MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Loto Srinaita Ginting, mengungkapkan bahwa total belanja BUMN untuk produk UMKM mencapai Rp40,1 triliun selama tahun anggaran 2024. Pada kesempatan yang berlangsung secara virtual, Loto menjelaskan bahwa belanja produk dalam negeri oleh BUMN pada tahun 2024 telah mencapai total Rp514 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp40,1 triliun dialokasikan khusus untuk mendukung produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM. Selama sesi tersebut, ia juga menyoroti bahwa sejumlah besar belanja BUMN diarahkan untuk UMKM di wilayah Sulawesi Selatan, mencakup sektor-sektor seperti konstruksi, elektronik, makanan, serta produk kreatif seperti *furniture* dan kondektur. Lebih lanjut, Loto menambahkan bahwa Kementerian BUMN berupaya mendorong perusahaan-perusahaan BUMN agar lebih aktif berbelanja dari pasar UMKM. Hal ini diharapkan dapat memungkinkan pihak kementerian untuk memantau perkembangan belanja BUMN dari waktu ke waktu. Dalam wujud komitmen tersebut, Kementerian BUMN mencatat bahwa sekitar 60 persen dari total pembelian yang dilakukan oleh *Buyer Group* BUMN didominasi oleh produk-produk dari UMKM lokal. Sebagai bagian lain dari upaya tersebut, rencana pelaksanaan Bazar UMKM akan dilaksanakan untuk pertama kalinya di Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan Oktober mendatang. Acara ini mengusung tema "Bazar UMKM untuk Indonesia Berkriyasi 2024" dan diharapkan dapat menjadi ajang bagi produk kreatif lokal untuk mendapatkan perhatian yang lebih luas. Loto juga menyatakan bahwa pelaksanaan Bazar UMKM ini adalah langkah nyata dari BUMN sebagai agen pembangunan untuk memberikan dukungan kepada UMKM, termasuk di Sulawesi Selatan. Harapannya, dengan adanya perluasan pasar yang difasilitasi, produk-produk berkualitas dapat muncul dan memberikan kesempatan lebih bagi UMKM untuk meningkatkan pemasaran, baik di Makassar maupun Jakarta. Selain itu, penjual juga dapat memanfaatkan platform *PaDI UMKM* untuk mengembangkan pasarnya. ANTARA