**Borneonews - Penajam North Paser, Kalimantan Timur**, Pengembangan proyek infrastruktur di Ibu Kota yang baru, Nusantara, telah menarik perhatian investors asing dengan total investasi mencapai Rp1,15 triliun. Jumlah ini dilaporkan oleh Presiden Joko Widodo saat ia meresmikan beberapa proyek konstruksi di wilayah tersebut. Presiden Jokowi menyatakan bahwa investasi asing ini berasal dari beberapa negara, yaitu Australia di sektor pendidikan, dan Rusia serta China di sektor properti. Australia telah mengalokasikan Rp150 miliar untuk pengembangan Nusantara, sementara Rusia dan China masing-masing menginvestasikan Rp500 miliar. Dalam keterangannya, Jokowi mengungkapkan bahwa sejumlah investor internasional telah menandatangani surat niat (letter of intent/LoI) untuk mendukung pembangunan Ibu Kota masa depan Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua LoI dapat disetujui secara langsung. Proses pemilihan akan dilakukan untuk memastikan bahwa rencana investasi sejalan dengan konsep perkembangan Nusantara. "Rencana investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan Nusantara guna menghasilkan ekosistem yang baik serta menjadikannya lokasi yang menarik," jelas Jokowi. Selain itu, pada kesempatan yang sama, Presiden juga menyaksikan peletakan batu pertama untuk dua proyek konstruksi yang didanai oleh perusahaan lokal, dengan nilai sebesar Rp100 miliar dan Rp25 miliar. Kepercayaan para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, menunjukkan bahwa Nusantara adalah lokasi yang sangat menarik untuk berinvestasi, tambahnya. ANTARA