BORNEONEWS, Palangka Raya - Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng akhirnya memiliki hutan lindung baru untuk melepasliarkan orangutan yang telah direhabilitasi. Hutan lindung itu bernama Balai Taman Nasional Bukit Baka - Bukit Raya (BTMBBBR) yang terletak di perbatasan Kalteng - Kalbar.
Namun Yayasan BOS kebagian di Taman Nasional Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng. Sedangkan Bukit Baka sendiri merupakan wilayah Kabupaten Melawi, Kalbar.
Kepastian jika BOS memiliki hutan lindung yang baru ini setelah pihak Yayasan BOS bersama BTMBBBR melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Selasa (9/8/2016) malam.
Pelepasliaran perdana akan dilakukan pada Sabtu (13/8/2016) nanti dengan jumlah 10 individu dua di antaranya masih anak terdiri dari masing-masing 5 betina dan 5 jantan. Namun sebelum dilepasliarkan, Yayasan BOS juga akan melakukan penandatangan bersama Pemkab Katingan.
Kepala BKSDA Kalteng Nandang Prihadi mengaku sangat mendukung kerjasama tersebut. "Ini momen yang sangat berharga karena dengan adanya lokasi rilis baru, kita sudah berupaya menjawab tantangan untuk mencari lokasi rilis. Diperkirakan bisa mencapai 300 individu," kata Nandang.
Dia berharap, orangutan yang akan dilepasliarkan di BTNBBBR hasilnya nanti bisa seperti di Hutan Lindung Bukit Batikap, Murung Raya. "Di sana (Bukit Batikab) sudah berhasil dan sudah ada yang punya anak," ungkapnya.
Kepala BTNBBBR Bambang Suhendro mengatakan, tempat pelepasliaran baru ini tidak serta merta asal pilih. Namun, pihaknya bersama BOS dan BKSDA lebih dulu melakukan survei. Baik dari sisi kelayakan habitat, ketersediaan pakan maupun dari sisi sosial dan ekonomi.
"Hasil survei ternyata BTNBBBR layak dijadikan sebagai tempat pelepasliaran. Jadi tidak semata kita lepas," ujarnya.
Menurut Bambang, warga di Bukit Raya juga sangat mendukung. "Di sana mendapat dukungan penuh dari warga setempat. Jadi harapan kami, selain meningkatkan populasi satwa juga bisa berdampak positif ke warga sekitar. Sehingga ada dua misi, meningkatkan populasi orangutan dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,"
Sementara itu, CEO Yayasan BOS Nyaru Menteng Jamartin Sihite menambahkan pihaknya tetap akan mencari area lahan baru selain dari Bukit Batikap dan Taman Bukit Raya ini. Saat ini, sudah ada 167 individu yang dilepasliarkan di Hutan Lindung Batikap. Lalu bertambah tiga individu yang telah berkembang biak. (BUDI YULIANTO/m)








