TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tanjung Selor**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan dukungannya terhadap hak penggunaan bahasa isyarat, yang merupakan bagian penting dari keragaman bahasa dan budaya di Indonesia. Usaha ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan ruang yang aman bagi sahabat tuli (tunarungu) agar mereka dapat berkreasi dan beraktivitas dengan lebih leluasa. Pada acara pembukaan seminar dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBBI), Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Hubungan Antar Lembaga Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Kaltara, Wahyuni Nuzband, mengungkapkan rasa bangganya. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian bahasa isyarat sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Wahyuni juga memberikan apresiasi kepada Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan seminar ini. Kegiatan yang bertajuk "Tunjukkan Isyaratmu! Dukung Hak Bahasa Isyarat" ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya bahasa isyarat. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menciptakan ruang yang aman bagi sahabat tuli agar mereka dapat berkreasi tanpa adanya diskriminasi. Menurutnya, keberadaan kekurangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membedakan mereka dari masyarakat umum. "Kita harus menghargai mereka dengan tidak bersikap diskriminatif," tuturnya. Wahyuni merasa bersyukur karena semakin banyak masyarakat yang menunjukkan kesadaran untuk belajar menggunakan bahasa isyarat. Ini merupakan langkah positif dalam memfasilitasi komunikasi dengan sahabat tuli. Selain itu, kehadiran ahli bahasa di beberapa stasiun televisi juga mempermudah akses informasi bagi penyandang tunarungu. "Di kesempatan ini, saya ingin belajar lebih banyak tentang bahasa isyarat. Meskipun belum sepenuhnya menguasai, saya bertekad untuk segera memahami agar komunikasi dengan sahabat tuli menjadi lebih mudah," paparnya. Lebih lanjut, Wahyuni mengungkapkan bahwa dalam penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemprov Kaltara memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas, termasuk sahabat tuli, dengan menyediakan kuota khusus. Kegiatan seminar ini juga diisi dengan pelantikan DPD Gerkatin Kaltara. Perlu dicatat bahwa Indonesia resmi menjadi anggota Federasi Tuli Internasional sejak tahun 2017. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap hak-hak penyandang disabilitas, khususnya dalam hal aksesibilitas terhadap pendidikan dan informasi. ANTARA