**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengingatkan para pelaku industri pertambangan untuk tidak terlalu memberikan perhatian berlebihan kepada staf di Kementerian ESDM. Hal ini disampaikan dalam acara Pemberian Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik Tahun 2024 yang berlangsung di Jakarta.
Bahlil memperingatkan bahwa perhatian yang berlebihan dari pengusaha dapat memicu meningkatnya keterlibatan aparat penegak hukum dalam masalah yang berkaitan dengan kementerian. Dalam pernyataannya, ia menegaskan, Teman-teman pengusaha, tolong jangan terlalu memperhatikan staf saya di bawah. Jika kalian terlalu banyak memberikan perhatian, penegak hukum di Kementerian ESDM bisa semakin banyak masuk ke ranah ini.
Selain itu, Bahlil juga menyampaikan bahwa ia telah mengadakan pertemuan dengan seluruh staf di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan instruksi untuk tidak melakukan "gerakan tambahan" yang dapat memperumit pelaksanaan tugas di kementerian.
Ia menambahkan, Saya sudah menekankan agar seluruh staf di Ditjen Minerba tidak membuat gerakan tambahan yang terlalu banyak. Untuk pengusaha juga, saya akan mengimplementasikan aturan baru yang mewajibkan semua izin disusun tanpa melibatkan konsultan lagi.
Bahlil kemudian mengkritisi peran konsultan dalam proses perizinan di sektor tambang. Ia mengungkapkan bahwa banyak konsultan justru menjadikan proses ini lebih rumit dengan menciptakan isu-isu yang tidak relevan, seperti mengada-ada mengenai adanya "jatah" untuk pejabat tertentu. Menurutnya, hal ini hanya akan memperlambat dan mempersulit proses perizinan.
Ia juga memahami bahwa lambatnya proses perizinan sering menjadi alasan bagi pengusaha untuk mencari jalan pintas yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dalam pandangannya, para pengusaha cenderung mencari cara-cara cepat jika merasa bahwa proses yang ada terlalu memakan waktu, dan inilah yang dapat menimbulkan praktik-praktik yang tidak etis.
Bahlil menyerukan agar semua pihak berkomitmen untuk mengurangi praktik-praktik yang tidak sehat secara bertahap. Ia menyatakan, Jika perizinan ditangani dengan baik dan tidak diburu-buru, tentu semua pihak akan mendapatkan manfaat. Mari kita coba berbenah secara perlahan, meski tidak harus 100 persen langsung bersih.
Sebagai seorang mantan pengusaha, Bahlil menyampaikan bahwa ia mengerti tantangan yang dihadapi pengusaha dalam bisnis. Namun, di posisinya sebagai menteri, ia memiliki tanggung jawab untuk menegakkan regulasi dan menjaga ketertiban dalam industri pertambangan.
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa semua langkah yang diambilnya sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia menegaskan, Saya diperintahkan oleh kedua pemimpin itu untuk menertibkan yang tidak tertib. Kami berusaha untuk meningkatkan yang sudah setengah tertib agar menjadi lebih baik, dan jika terjadi pelanggaran serius, tindakan tegas pun harus diambil.
ANTARA
Menteri ESDM Imbau Pengusaha Tidak Berlebihan Perhatikan Staf
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







