JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan pandangan teknikal terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia mengemukakan bahwa IHSG saat ini belum mampu *break* dari level 7.810 dan 7.910, yang merupakan area *resistance* terdekat. Dengan kondisi ini, IHSG diperkirakan berada dalam fase wave [ii] dari wave 3 atau bagian dari wave 4 dari wave (3). Menurut Didit, ada potensi bagi IHSG untuk melanjutkan koreksi hingga mencapai level 7.454-7.562. Adapun level *support* terdekat berada di angka 7.654 dan 7.546, sementara level *resistance* terdekat adalah 7.810 dan 7.910. Menyusul analisis tersebut, berikut adalah rekomendasi saham yang menarik untuk diperhatikan dalam perdagangan hari ini. Untuk PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), terjadi koreksi sebesar 1,34 persen menuju level 3.690, yang disertai dengan peningkatan volume penjualan. Didit menilai bahwa posisi ADRO saat ini mungkin berada dalam fase wave (iv) dari wave [c], sehingga saham ini masih berpotensi untuk melanjutkan koreksinya. Rekomendasi yang diberikan adalah *buy on weakness*, dengan target harga berada di kisaran 3.980 hingga 4.150 dan stoploss di bawah 3.370. Selanjutnya, untuk PT Astra International Tbk (ASII), terjadi koreksi sebesar 0,95 persen ke level 5.225, juga disertai dengan volume penjualan yang meningkat. Posisi ASII saat ini diyakini berada pada fase wave (v) dari wave [iii], memberikan peluang bagi ASII untuk berbalik menguat dalam waktu dekat. Rekomendasi yang disarankan adalah *buy on weakness*, dengan target harga antara 5.350 hingga 5.425 dan stoploss di bawah 5.075. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menunjukkan penurunan yang lebih signifikan, dengan koreksi agresif sebesar 3,62 persen ke level 5.325. Penjualan yang meningkat menjadi salah satu indikator penurunan ini. Didit memprediksi bahwa BBRI kini berada dalam fase wave [ii] dari wave C, sehingga ada kemungkinan untuk melanjutkan koreksinya. Rekomendasi untuk BBRI adalah *buy on weakness*, dengan target harga 5.600 hingga 5.950 dan stoploss di bawah 4.750. Terakhir, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengalami penguatan sebesar 1,52 persen ke level 1.335, didukung oleh peningkatan volume pembelian. Selagi MEDC mampu bertahan di atas level 1.250 sebagai stoploss, diperkirakan saat ini MEDC berada dalam fase wave iii dari wave (i), sehingga berpotensi untuk melanjutkan penguatannya. Rekomendasi untuk MEDC juga adalah *buy on weakness*, dengan target harga di kisaran 1.365 hingga 1.425 dan stoploss di bawah 1.250. Menyusul perdagangan di hari sebelumnya, pada Rabu (25/09), investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,86 triliun di seluruh pasar dan Rp1,99 triliun di pasar reguler. Di sisi lain, mereka juga melakukan pembelian bersih sebesar Rp136,52 miliar di pasar negosiasi dan tunai. ANTARA