JAKARTA –
**Borneonews - Washington** Serangan militer yang direncanakan oleh Israel terhadap Lebanon saat ini tampaknya tidak akan segera dilaksanakan. Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat resmi Pentagon pada hari Rabu. Juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, menjelaskan bahwa dalam konteks serangan darat, tidak ada indikasi mendesak bahwa operasi tersebut akan segera terjadi. Dia menyarankan agar pertanyaan terkait rencana operasi Israel sebaiknya diajukan langsung kepada pihak Israel. Sabrina Singh juga menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak ingin adanya tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Menurutnya, masih terdapat waktu dan ruang untuk upaya diplomasi yang diharapkan dapat menghasilkan resolusi yang damai serta solusi yang efektif untuk mencegah terjadinya konflik berskala besar. Ketika ditanya mengenai dukungan AS terhadap operasi militer Israel di Lebanon, termasuk dukungan dalam intelijen, Singh dengan tegas menyatakan bahwa AS tidak memberikan dukungan tersebut. Ia menekankan kembali bahwa militer AS tidak terlibat dalam operasi di Lebanon yang dilakukan oleh Israel. Meskipun demikian, Singh mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah mengirim sedikit tambahan personel militer yang bertujuan untuk memperkuat keberadaan angkatan bersenjata AS yang sudah ada di wilayah tersebut. Langkah ini diambil mengingat ketegangan yang meningkat antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah dari Lebanon. Singh menghindari memberikan rincian mengenai jumlah personel tambahan yang dikirim, menegaskan bahwa dia tidak dapat mengungkapkan informasi lebih spesifik. Ketegangan antara Hizbullah dan Israel semakin meningkat seiring berjalannya waktu, terutama sejak dimulainya serangan Israel ke Jalur Gaza. Dalam serangan tersebut, korban jiwa yang jatuh di Gaza dilaporkan mencapai lebih dari 41.400 orang, dengan sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Angka tersebut merupakan dampak dari serangan lintas batas oleh Hamas yang terjadi pada tanggal 7 Oktober tahun lalu. Komunitas internasional juga telah memberikan peringatan terkait potensi serangan terhadap Lebanon, mengingat adanya kekhawatiran bahwa konflik yang terjadi di Gaza dapat meluas ke negara tetangga dan menciptakan ketidakstabilan yang lebih besar di kawasan. ANTARA