JAKARTA –
**Borneonews - Kalimantan Timur**, Presiden Joko Widodo meminta kepada daerah-daerah yang berlokasi di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mempersiapkan diri dalam mendukung kebutuhan pangan di kawasan tersebut. Dalam sebuah keterangan pers usai meninjau persediaan beras di Kompleks Pergudangan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Presiden Jokowi menekankan bahwa pengembangan IKN yang diproyeksikan memerlukan waktu hingga 10 sampai 15 tahun ke depan. Dengan demikian, provinsi dan kabupaten yang berada di sekitar wilayah IKN perlu melakukan persiapan matang. Presiden Jokowi menyoroti bahwa pasokan makanan seperti sayuran, buah-buahan, dan beras harus dilokalisir dari daerah sekitar IKN. Ia menjelaskan pentingnya perencanaan yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, termasuk menentukan sumber penyediaan dari mana saja. "Kita harus memastikan dari mana suplai sayurnya, dari mana suplai ayamnya, dan dari mana suplai berasnya," ungkapnya. Apabila Provinsi Kalimantan Timur tidak dapat mencukupi kebutuhan pangan untuk IKN, Jokowi mengisyaratkan bahwa alternatif pasokan dari provinsi lain perlu dipertimbangkan. Akan tetapi, ia berharap agar Provinsi Kaltim mampu memenuhi kebutuhan tersebut dengan dukungan dari kabupaten yang berada di sekitarnya, tanpa harus bergantung pada pasokan luar. "Kita berharap bahwa semua komoditas, mulai dari buah, sayur, beras, hingga bahan pokok lainnya dapat disuplai dari dalam provinsi sendiri. Ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata kepada masyarakat," tambahnya. Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kaltim telah merekomendasikan pengelolaan lahan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan di IKN. Ketua Kadin Kaltim, Dayang Donna Faroek, menyatakan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut. Dalam dialog dengan Presiden Jokowi di Istana Garuda IKN, Donna mengungkapkan bahwa saat ini Kaltim belum sepenuhnya mandiri dalam hal ketahanan pangan. Bahan makanan masih banyak bergantung pada pasokan dari Jawa dan Sulawesi. Ia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan seiring dengan pertumbuhan populasi yang diproyeksikan meningkat akibat pembangunan IKN. "Sekarang sudah ada 23 ribu pekerja, dan kita juga akan melihat penambahan jumlah ASN serta anggota TNI-Polri. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka," pungkasnya. ANTARA