JAKARTA –
**Borneonews - New York**, Prancis dan Amerika Serikat berencana untuk segera mengumumkan sebuah inisiatif gencatan senjata sementara selama 21 hari yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Barrot menjelaskan bahwa kedua negara, Prancis dan Amerika Serikat, telah bekerja sama untuk merancang platform gencatan senjata ini. Dia menegaskan pentingnya inisiatif ini, yang diharapkan dapat segera diterima oleh kedua belah pihak. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi warga sipil yang terjebak dalam konflik serta menciptakan ruang bagi awal negosiasi diplomatik. Lebih lanjut, Barrot menyatakan keyakinannya bahwa meskipun risiko perang sulit dihindari, masih terdapat peluang untuk mencapai solusi yang bersifat diplomatik. Hal ini menunjukkan optimisme dari pihak Prancis terhadap resolusi yang damai untuk situasi yang sedang tegang ini. Sementara itu, Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Robert Wood, menambahkan bahwa partisipasi beberapa negara dalam membentuk proposal gencatan senjata ini menunjukkan kekuatan kerja sama internasional. Ia berharap upaya tersebut dapat membawa ketenangan dan membuka jalan bagi diskusi yang lebih konstruktif dalam mencari solusi yang berkelanjutan. Wood juga menyerukan agar Dewan Keamanan PBB memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah diplomatik ini dalam waktu dekat. Dengan demikian, diharapkan situasi yang kompleks ini bisa dikelola dan menuju penyelesaian yang lebih damai. ANTARA