PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV sedang melakukan penataan ulang terhadap tanaman di wilayah regional 7 dengan tujuan untuk meningkatkan produksi *CPO* (minyak kelapa sawit) menjadi 26 ton per hektare. Sebelumnya, produksi di kawasan ini hanya mencapai 14 ton per hektare. Arif Budiono, yang menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris PTPN IV, mengatakan bahwa keberadaan regional 7 sangat penting untuk diperhatikan demi kemajuan yang lebih baik. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Palembang pada hari Kamis. Dalam upaya mencapai target tersebut, PTPN IV menetapkan sasaran peningkatan produksi dalam rentang waktu empat bulan terakhir di tahun 2024. Rencana tersebut bertujuan untuk membawa hasil produksi meningkat dari 14 ton per hektare menjadi 26 ton per hektare. Arif Budiono juga mengungkapkan bahwa dalam rangka evaluasi langsung, ia telah melakukan kunjungan kerja ke regional 7, mencakup kebun PKS Betung, Betung Krawo, dan Rejosari pada tanggal 24 dan 25 September 2024. Denny Ramadhan, selaku Region Head PTPN IV bagi regional 7, menekankan pentingnya validasi data yang akurat. Ia menyatakan bahwa pemantauan yang ketat terhadap sisa tandan yang belum dipanen sangat diperlukan. Ia menekankan bahwa kehilangan satu tandan dapat berpotensi mengganggu pencapaian target, sehingga perlu adanya penataan kembali terkait komposisi tahun tanam. Denny juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan dari pihak komisaris yang memberikan semangat dan motivasi bagi timnya untuk lebih berkontribusi kepada perusahaan. "Kami akan membuktikan melalui pencapaian kinerja bahwa regional 7 mampu memberikan hasil produksi yang tinggi," ujarnya. Dalam hal peremajaan tanaman, pihak PTPN IV menerapkan kebijakan bahwa peremajaan akan dilakukan pada tanaman yang hasil produksinya berada di bawah 12 ton per hektare dan sudah berusia 25 tahun. Saat ini, meskipun masih bisa mencapai 13 ton per hektare, langkah peremajaan atau *replanting* dapat ditunda sambil terus melakukan perbaikan pada sistem pemeliharaan tanaman yang ada. Secara keseluruhan, potensi produktivitas di regional 7 masih sangat dapat dimaksimalkan. Denny Ramadhan menegaskan bahwa pencapaian yang lebih baik bisa diraih melalui kerja keras, sesuai dengan *Standard Operating Procedure* (SOP), dan perlakuan yang baik terhadap tanaman yang dikelola. ANTARA