JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa dukungan keahlian dari Australia sangat diperlukan untuk membawa *best practices* dan teknologi inovatif yang dapat membantu Indonesia mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memanfaatkan semua potensi yang ada. Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Pertemuan ini membahas berbagai strategi penting, termasuk perlunya intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan. Melihat potensi lebih dari 2 juta hektare lahan rawa yang dimiliki Indonesia, Sudaryono merekomendasikan untuk melakukan optimalisasi lahan tersebut dengan bantuan keahlian dari Australia. Salah satu fokus dari Kementerian Pertanian adalah program cetak sawah, yang dianggap sebagai solusi praktis dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah lonjakan jumlah penduduk. Sudaryono juga menyoroti bahwa Australia memiliki posisi strategis dalam kerjasama antara kedua negara. Australia komitmen untuk terus mendukung beragam program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat Indonesia. “Australia adalah mitra strategis bagi Indonesia, baik dari segi fungsi, peran, maupun letak geografis. Dengan dukungan yang diberikan, diharapkan hubungan kedua negara dalam sektor pertanian dapat menjadi lebih produktif dan berkelanjutan,” jelas Sudaryono. Dari pihak Australia, Duta Besar Penny Williams menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Indonesia melalui Kementerian Pertanian pada program cetak sawah baru. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan dan mendukung pencapaian swasembada pangan di Indonesia. Penny menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang krusial dalam hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia. Ia berharap dapat terus bekerja sama dalam prioritas tersebut selama beberapa tahun ke depan. Penny juga mengungkapkan bahwa Australia akan memberikan dukungan dalam teknologi pertanian, pelatihan, serta penelitian untuk memastikan keberhasilan program cetak sawah, terutama di lahan rawa yang sedang dioptimalkan oleh Indonesia. "Kami memiliki kolaborasi penelitian yang kuat, dan berkomitmen untuk terus meningkatkan hubungan ini dengan fokus pada ketahanan pangan, dampak perubahan iklim terhadap pertanian, dan isu-isu terkait," tambahnya. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendukung penyediaan makanan bergizi yang saat ini tengah disiapkan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Penny mengonfirmasi adanya rencana untuk berkolaborasi dalam penyediaan makanan bernutrisi, khususnya bagi ibu hamil. ANTARA