Menjelang Hari Raya Kurban pada pertengahan September mendatang, Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kabupaten Kotim sudah mempersiapkan tim pemeriksaan hewan kurban. Pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan hingga empat kali untuk menjamin kelayakan dan kesehatan hewan kurban.
“Pemeriksaan yang kami lakukan sebelum dan saat sesudah penyembelihan untuk memastikan hewan tersebut tidak membawa bibit penyakit atau semacamnya dan layak dijadikan kurban,” kata Kepala DP3KP Kabupaten Kotim I Made Dikantara, Rabu (10/8/2016).
Mekanismenya, pertama diperiksa di daerah asal dengan keterangan surat sehat dari dokter hewan.Setelah sampai di pelabuhan diperiksa kembali. Diperiksa sebelum hewan kurban disembelih, dan yang terakhir diperiksa saat pelaksanaan kurban.
“Pemeriksaan sebelum penyembelihan dilakukan di lokasi-lokasi penyembelihan yang rata-rata adalah masjid, musala, tempat penjualan hewan kurban, dan sebagainya. Setelah disembelih juga akan diperiksa,” jelas dia.
Pemeriksaan hewan kurban merupakan kegiatan rutin dilakukan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Adha. Hewan kurban harus diperiksa tim yang dibentuk DP3KP beranggotakan dokter hewan dan tenaga medis, guna menghindari peredaran hewan yang tidak sehat.
Menurut Made, hewan kurban di Kabupaten Kotim didominasi sapi. Ternak ini termasuk jenis zoonosis atau hewan yang mudah menularkan penyakit kepada manusia. Hean yang didatangkan ke daerah ini harus bebas dari penyakit hewan seperti antraks.
“Pemeriksaan akan dilaksanakan seminggu sebelum hari raya kurban. Tahun lalu sekitar seribu hewan untuk kurban, tetapi kami perkirakan tahun ini menurun,” ucap dia. (RIFQI/m)








