**Borneonews - Padang**, Tim forensik yang terdiri dari anggota Perhimpunan Forensik dan Mediko-Legal Indonesia (PDFMI) telah mengungkap hasil ekshumasi terkait kasus kematian Afif Maulana, seorang remaja berusia 13 tahun. Ekshumasi tersebut dilaksanakan di Markas Polresta Padang.
Afif Maulana ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Kuranji, yang terletak di Padang, Sumatera Barat, pada bulan Juni lalu. Dalam konferensi pers, Ketua Tim, dr. Ade Firmansyah Sugiharto, menjelaskan bahwa pemeriksaan telah dilakukan secara kolaboratif dan mendetail oleh para dokter forensik yang terlibat.
Tim melakukan analisis dan pemeriksaan menggunakan metode ilmiah yang disesuaikan dengan berbagai elemen yang relevan, termasuk kronologi kejadian, lokasi, dokumen, serta keterangan dari Polresta Padang, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, dan Lembaga Perlindungan Korban dan Saksi. Dari berbagai pemeriksaan tersebut, tim berhasil menyimpulkan tiga skenario yang dianggap mungkin menjadi penyebab kematian Afif.
Salah satu skenario mencatat bahwa korban mungkin tewas akibat terjatuh dari sepeda motor ketika pihak kepolisian berusaha mencegah aksi tawuran yang melibatkan senjata tajam. Opsi lainnya menyatakan bahwa Afif mungkin merupakan korban tindakan kekerasan atau penganiayaan. Skenario ketiga mengindikasikan kemungkinan jatuh dari jembatan, mengingat posisi jenazah yang ditemukan di bawah jembatan tersebut.
Tim forensik berusaha mendalami ketiga skenario ini dengan mencocokkan kondisi tubuh korban dengan lokasi kejadian. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara skenario jatuh dari Jembatan Kuranji dan kondisi fisik jenazah berdasarkan hasil pemeriksaan serta analisis mereka.
Untuk mendalami lebih jauh, tim melakukan pengukuran tinggi jembatan yang berjarak 14,7 meter dari dasar sungai. Mereka juga mencatat tinggi dan berat badan korban sebelum menganalisis potensi energi yang mungkin timbul saat terjatuh dari ketinggian tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi energi yang diterima oleh tubuh saat jatuh sekitar 7.200 *joule*, yang jauh lebih tinggi dari batas toleransi tubuh manusia.
Menurut dr. Ade, batas toleransi energi untuk bagian kepala adalah sekitar 1.800 *joule*, yang sama juga berlaku untuk leher. Untuk dada, batas tersebut hanya 60 *joule*, sementara untuk tungkai 8.000 *joule*. Berdasarkan data tersebut, tim menemukan konsistensi antara analisis energi yang ditentukan dan kondisi fisik tubuh korban, yang menunjukkan adanya patah pada tulang iga, punggung, dan kepala.
Mengenai skenario lain yang menyatakan bahwa korban mungkin telah ditendang dari sepeda motor, tim menilai opsi ini lemah. Sebab, kecepatan sepeda motor saat itu berkisar antara 60-80 kilometer per jam, yang menurut analisis tidak akan mengakibatkan luka seperti yang dialami oleh korban. Selain itu, dugaan bahwa korban meninggal akibat penganiayaan juga tidak sesuai dengan kondisi fisik tubuhnya.
Patah tulang iga di tubuh Afif terletak di bagian belakang, yang biasanya akan berbeda jika akibat kekerasan, di mana patah tulang biasanya terjadi di bagian depan. Pola patahan yang hampir segaris juga mengindikasikan bahwa benturan yang dialami akibat jatuh dari ketinggian adalah yang paling mungkin.
Dalam kesempatan pers rilis tersebut, pihak kepolisian, media, serta hasil ekshumasi dihadiri oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, yang berperan sebagai kuasa hukum bagi korban. Annisa Hamdani selaku perwakilan LBH menyampaikan, pihaknya akan meminta salinan hasil ekshumasi untuk dipelajari lebih lanjut.
ANTARA
Hasil Ekshumasi Kasus Kematian Afif Maulana Terungkap, Penyebabnya Ditemukan
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Komentar (0)
Memuat komentar…







