**Borneonews - Kupang**, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Andriko Noto Susanto, menegaskan pentingnya sektor pariwisata di wilayahnya untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keramahan. Hal tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke NTT.
Gubernur Andriko menjelaskan bahwa NTT memiliki potensi yang sangat besar dengan kehadiran 1.637 destinasi wisata. Jumlah ini terdiri dari 339 tempat wisata bahari dan 314 lokasi wisata yang memiliki minat khusus. Oleh karena itu, ia menjelaskan perlunya pembangunan *Superhub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusantara* yang bertaraf internasional di NTT.
Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan peserta Webinar bertema "Bandara Internasional Labuan Bajo: Pintu Masuk Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT," yang diadakan oleh BPOLBF secara daring. Dalam kesempatan itu, ia juga mendukung pengembangan Bandara Komodo sebagai Bandara Internasional, yang berfungsi sebagai akses utama menuju destinasi super prioritas di Labuan Bajo, serta untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.
Lebih lanjut, Andriko mengungkapkan bahwa pembangunan *Superhub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif* akan berkontribusi pada pengembangan industri pariwisata dan sektor ekonomi kreatif di wilayah Timur Indonesia. Dia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat, melalui kerja sama mult pihak yang mencakup pengembangan paket perjalanan dan penambahan rute penerbangan domestik serta internasional.
Agar pariwisata di NTT dapat mewujudkan rasa aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan, perlu adanya peningkatan aksesibilitas penerbangan dan transportasi, serta keterhubungan dengan jaringan bandara lainnya. Kesiapan akses ke pintu masuk NTT juga menjadi perhatian penting. Selain itu, peningkatan fasilitas publik, tempat ibadah, dan ruang yang ramah untuk difabel sangat dibutuhkan untuk memastikan kenyamanan bagi pengunjung.
Andriko juga menekankan pentingnya promosi visual yang menjelaskan keindahan wisata di NTT, melalui penyajian ikon-ikon lokal, pameran budaya, dan produk-produk yang dibranding secara internasional. Hal ini bukan hanya memberikan pengakuan kepada NTT, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat.
Gubernur ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang telah memberikan dukungan signifikan dalam upaya meningkatkan ekonomi NTT melalui sektor pariwisata. Ia menambahkan bahwa terdapat banyak peluang yang tidak hanya terbatas pada Labuan Bajo, tetapi juga di kabupaten dan kota lainnya.
Dengan konektivitas yang mendukung dari darat, udara, dan laut, Andriko menekankan perlunya perhatian terhadap aksesibilitas, fasilitas, pelayanan, dan visualisasi sebagai komponen utama dari produk kreatif yang dimiliki daerahnya. Ia berharap pariwisata NTT dapat menjadi lokomotif bagi pembangunan provinsi yang terkenal dengan komodo tersebut.
ANTARA
Pembangunan Pariwisata NTT, Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







