**Borneonews - Jakarta**, Pelatih klub Liga Belanda Eredivisie FC Twente, Joseph Oosting, memberikan pujian kepada pemainnya, termasuk Mees Hilgers, setelah timnya berhasil menahan imbang Manchester United (MU) dengan skor 1-1 dalam pertandingan Liga Europa 2024-2025 yang berlangsung pada Kamis dini hari WIB.
Oosting mengungkapkan bahwa timnya menunjukkan performa yang sangat baik dalam aspek pertahanan maupun serangan sepanjang laga. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada koordinasi dan keberanian. Bukan hanya berani menyerang, melainkan juga berani bertahan, jelasnya. Ia menambahkan bahwa baik pertahanan maupun serangan timnya berjalan dengan sangat baik.
Pelatih asal Belanda itu merasa bangga dengan kekompakan timnya yang tampil percaya diri di Stadion Old Trafford, homebase MU. Kami tidak memberi ruang bagi pemain-pemain MU yang memiliki kemampuan dribbling yang lebih baik, tuturnya.
Oosting kemudian menjelaskan bahwa dia memilih untuk menerapkan taktik menekan daripada bertahan pasif. Ia beranggapan bahwa dengan menekan, peluang untuk memaksa kesalahan dari pemain MU akan lebih besar. Taktik tersebut terbukti efektif dan berhasil menghasilkan gol penyama kedudukan.
Dalam pertandingan tersebut, MU awalnya unggul melalui gol yang dicetak oleh Christian Eriksen pada menit ke-35. Namun, FC Twente mampu menyamakan skor pada menit ke-68, berkat kesalahan Eriksen dalam mengontrol bola, yang akhirnya dimanfaatkan oleh Sam Lammers untuk mencetak gol.
Statistik yang dirilis oleh penyedia data, *Opta*, menunjukkan bahwa FC Twente mampu mencetak satu gol dari tujuh percobaan, sementara MU mencatatkan 19 percobaan. Dari sisi pertahanan, FC Twente juga menunjukkan performa yang lebih baik dengan tingkat keberhasilan tekel mencapai 65 persen dibandingkan MU yang hanya 62,5 persen. Selain itu, FC Twente berhasil melakukan 25 halauan bola, sementara MU hanya 16 kali.
Dari segi individu, Mees Hilgers mendapat pengakuan sebagai pemain dengan performa defensif terbaik menurut laman statistik *Fotmob*. Hilgers tercatat melakukan 16 aksi bertahan, dua kali intersep, tiga kali memulihkan penguasaan bola, dua kali blok, dan delapan kali halauan. Penampilan mantan calon bek naturalisasi ini patut dicatat sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan FC Twente dalam meraih hasil imbang melawan tim besar seperti Manchester United.
ANTARA
Keberanian FC Twente Hasilkan Imbang Melawan Manchester United
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
PSMS Medan Bungkam PSIS Semarang 2-1
Komisi III DPR Minta Kapolri Terus Gas Pol Perangi Narkoba
Komentar (0)
Memuat komentar…







