PEKANBARU –
**Borneonews - Bengkalis**, Kepolisian Sektor Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, sedang melakukan pencarian terhadap pelaku kekerasan dan pengeroyokan yang menimpa seorang siswa berinisial AR, berumur 14 tahun. Insiden ini menyebabkan korban mengalami trauma serta luka lebam, yang diduga dilakukan oleh sekelompok remaja. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bukit Batu, AKP Rudi Irwanto, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Saat ini, pihak kepolisian tengah memburu para pelaku setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban. Rudi menyatakan bahwa anggotanya telah dikerahkan untuk mencari keberadaan pelaku, yang diperkirakan sudah melarikan diri. Namun, pihaknya telah mengidentifikasi beberapa pelaku yang terlibat. Pihak kepolisian menyampaikan bahwa hingga saat ini, korban belum dapat dimintai keterangan secara menyeluruh karena masih mengalami trauma. Meskipun demikian, penyidik telah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi dan hasil pemeriksaan medis terhadap korban juga telah diterima. Dari hasil visum, diketahui bahwa AR menderita luka bengkak dan memar di beberapa bagian tubuhnya, termasuk telinga kanan, dahi, pipi kiri, serta punggung. Insiden pengeroyokan tersebut terjadi di Desa Parit I Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat AR terkapar akibat dipukul dan ditendang oleh empat remaja. Selain itu, terdapat empat orang lain yang hanya menyaksikan kejadian tersebut, dan satu orang lainnya merekam aksi kekerasan yang berlangsung dengan sangat brutal. Korban sempat meminta ampun, tak mampu menahan serangan yang terjadi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, AR, yang merupakan seorang siswa SMP, merasa tidak terima dengan perlakuan yang diterima oleh adiknya yang masih duduk di kelas V SD. Adiknya didorong dan sempat dilempar ke dalam semak-semak setelah melempar batu ke arah pelaku. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, AR pun menghubungi para pelaku untuk menanyakan hal itu. Namun, saat ia menemui mereka, para pelaku sudah berkumpul menunggu kedatangannya, yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan. ANTARA