SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah tengah merancang sebuah format baru untuk debat kandidat dalam Pilkada 2024. Rencana tersebut adalah menggelar debat yang diikuti oleh dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur secara bersamaan, menggantikan metode sebelumnya yang memungkinkan kandidat berdebat secara terpisah. Akmaliyah, salah satu Komisioner KPU Jawa Tengah, menyampaikan informasi tersebut dalam sebuah pernyataan di Semarang. Ia menjelaskan bahwa ada tiga sesi debat yang direncanakan akan berlangsung selama masa kampanye. Setiap sesi debat direncanakan melibatkan dua pasangan calon yang akan saling berhadapan. Saat ini, KPU masih dalam tahap koordinasi dengan tim dari kedua pasangan calon yang ikut berpartisipasi dalam proses debat tersebut. Penetapan materi debat juga menjadi perhatian, di mana panelis akan diberikan tugas untuk merumuskan tema dan isi dari debat yang akan dilaksanakan. Materi yang akan dihadirkan dalam debat ini akan berfokus pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai visi dan misi dari masing-masing calon, yang selanjutnya akan dikaitkan dengan rencana pembangunan jangka menengah di daerah. Diketahui bahwa masa kampanye untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah akan dimulai pada tanggal 25 September hingga 23 November 2024. Dalam pemilihan kali ini, akan ada dua pasangan calon yang bersaing untuk merebut kursi kepemimpinan. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Andika Perkasa-Hendrar Prihadi mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan telah berhasil mengumpulkan total suara sah sebanyak 5,2 juta suara dalam pemilu 2024. Di sisi lain, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen didukung oleh gabungan dari beberapa partai, termasuk Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, dan lainnya, dengan total akumulasi suara sah mencapai 13,7 juta suara. ANTARA