BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung**, Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Kabupaten Lebak, Banten, telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat di empat kecamatan. Bantuan ini ditargetkan bagi 2.000 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan akibat kekeringan yang disebabkan oleh kemarau panjang di wilayah tersebut. Ketua Tagana Kabupaten Lebak, Iwan Hermawan, menyatakan harapannya bahwa pengiriman air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi krisis pasokan air. Dalam beberapa bulan terakhir, warga Kabupaten Lebak merasakan dampak serius dari kekeringan berkepanjangan. Sumber air dari bawah tanah, seperti sumur, pompa, dan *jetpump*, saat ini mengalami penurunan yang signifikan. Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih, relawan Tagana Lebak menggelar distribusi air menggunakan kendaraan tangki ke empat kecamatan, yaitu Warunggunung, Cikulur, Cipanas, dan Wanasalam. Iwan mengungkapkan bahwa sejak program ini dimulai, mereka telah menyalurkan sebanyak 150 ribu liter air bersih untuk 2.000 KK di wilayah-wilayah yang disebutkan. Prosedur bagi masyarakat untuk meminta pasokan air bersih pun tergolong mudah; pengajuan dapat dilakukan melalui kepala desa yang kemudian diteruskan kepada relawan Tagana. Sumber pendanaan untuk distribusi air bersih tersebut tidak berasal dari anggaran pemerintah, melainkan sepenuhnya dari simpanan dana yang mereka miliki. Iwan menambahkan bahwa Tagana Lebak terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta guna meningkatkan pasokan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Selama periode ini, dia menyampaikan banyaknya permohonan bantuan dari masyarakat yang mendesak untuk pasokan air bersih. Iwan berharap bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak dapat lebih cepat memenuhi kebutuhan warga yang terpuruk oleh kemarau. Warga Kecamatan Warunggunung melaporkan rasa lega setelah mendapatkan bantuan air bersih tersebut. Bantuan ini memberikan kontribusi signifikan dalam meringankan beban mereka, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi dan kegiatan sehari-hari yang menyangkut kebersihan. Salah satu warga, Samun (50), mengungkapkan rasa syukur karena berkat bantuan dari Tagana, ia mampu memenuhi ketersediaan air di rumah selama beberapa hari ke depan untuk mandi, mencuci, dan keperluan toilet. Bantuan air bersih ini memang sangat dibutuhkan, mengingat mereka selama ini sering kali harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. ANTARA