JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas antariksa sebagai langkah strategis untuk melindungi kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menilai bahwa kekuatan militer di masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan suatu bangsa dalam menguasai ruang angkasa. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo, pada pembukaan seminar daring bertajuk *Space Capability Development dalam Memperkuat Pertahanan RI dengan Pembentukan Satuan Ruang Angkasa*, KSAU menyampaikan visi tidak hanya mengenai penggunaan teknologi ruang angkasa, tetapi juga tentang peran krusialnya dalam menjaga kedaulatan nasional di era modern. Marsekal Tonny menyoroti bahwa TNI Angkatan Udara berkomitmen untuk membangun satuan ruang angkasa guna memanfaatkan antariksa sebagai bagian dari kekuatan militer. Ia menjadikan contoh sejumlah negara seperti Amerika Serikat, India, dan Tiongkok, yang telah berhasil mengalokasikan dana besar untuk penelitian luar angkasa dan pengembangan teknologi terkait. Melalui investasi tersebut, negara-negara tersebut telah dapat menggunakan kekuatan antariksa untuk keperluan intelijen dan pengintaian. Ini membuka tantangan baru bagi Indonesia, khususnya bagi TNI Angkatan Udara, untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang ini. KSAU menekankan bahwa pengembangan satuan antariksa tidak hanya akan membutuhkan dana yang signifikan, tetapi juga memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional untuk mendorong kemajuan di bidang ini. Oleh karena itu, ia berharap bahwa diskusi dalam seminar ini akan memunculkan beragam ide dan pandangan yang positif dalam pengembangan satuan antariksa. Seminar ini dihadiri oleh berbagai peserta, antara lain dari kalangan militer dan para peneliti. Di antara mereka terdapat Dirjen Kuathan Kemhan Marsda TNI Haris Haryanto, Kadiskomlek AU Marsma TNI Penny Radjendra, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Chusnul Tri Judianto, serta Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjawab tantangan serta membuka peluang baru dalam penguatan pertahanan Indonesia melalui kekuatan antariksa. ANTARA