JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Anindito Aditomo, menekankan pentingnya masyarakat memahami perbedaan antara tiga jenis ujian. Tiga jenis ujian tersebut adalah ujian untuk kelulusan, ujian untuk seleksi, dan asesmen yang digunakan untuk monitor serta evaluasi sistem pendidikan. Anindito juga menggarisbawahi bahwa penghapusan *Ujian Nasional* (UN) tidak akan memengaruhi peluang siswa sekolah menengah atas (SMA) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa karena Ujian Nasional berfungsi sebagai ujian kelulusan, maka penghapusannya seharusnya tidak mengubah kesempatan bagi siswa untuk masuk ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Lebih lanjut, ia menjelaskan langkah Kemendikbudristek dalam menghapus UN sebagai ujian kelulusan. Ujian seleksi untuk memasuki perguruan tinggi negeri (PTN) masih tetap ada bagi siswa yang ingin berkuliah. Sementara itu, *Asesmen Nasional* dirancang untuk memperkuat monitoring dan evaluasi terhadap kualitas sistem sekolah. Asesmen ini mengukur hasil belajar dalam aspek literasi, numerasi, karakter, serta berbagai indikator yang berkaitan dengan kualitas pembelajaran yang diberikan. Dari penjelasan Anindito, tampak bahwa selama pelaksanaan Ujian Nasional, banyak lulusan Indonesia yang tidak dapat langsung diterima di perguruan tinggi di beberapa negara, seperti Jerman. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa persiapan untuk masuk ke perguruan tinggi di Jerman dilakukan pada kelas 13 SMA, sementara di Indonesia, pendidikan SMA hanya berlangsung hingga kelas 12. Di sisi lain, beberapa negara memberikan kemudahan bagi siswa internasional, termasuk dari Indonesia, yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Contohnya, *University of Melbourne* di Australia menyatakan bahwa hasil dari Kurikulum Merdeka sudah diakui setara dengan kurikulum yang ada di Australia. Dengan demikian, siswa yang menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka dapat langsung mendaftar (direct entry) ke *Melbourne University* tanpa perlu mengikuti persiapan pra-kuliah. Anindito mengakui bahwa masih ada beberapa perguruan tinggi luar negeri yang mensyaratkan hasil tes terstandar, yang dapat diperoleh dari ujian seleksi masuk PTN di Indonesia. Dalam hal ini, Kemendikbudristek terus melakukan sosialisasi, termasuk melalui Atase Pendidikan di luar negeri untuk memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat. ANTARA