JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, mengungkapkan kesiapan institusinya untuk menjalin kerja sama dengan negara lain dalam upaya pengembangan konsep satuan ruang angkasa. Dalam pembukaannya pada seminar yang bertema *Space Capability Development* untuk memperkuat pertahanan Republik Indonesia melalui pembentukan satuan ruang angkasa, yang disiarkan secara daring, Tonny menekankan pentingnya belajar dari pengalaman negara-negara yang lebih maju, seperti Amerika Serikat, Australia, dan Prancis. Dia menggarisbawahi bahwa Indonesia perlu mendapatkan wawasan dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan pengembangan sistem antariksa. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan banyak pelajaran terkait pengelolaan sistem operasional, teknologi mutakhir, serta upaya pengembangan sumber daya manusia yang andal di bidang antariksa. Tonny juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai elemen, termasuk institusi militer, pemerintah, akademisi, dan sektor industri. Sinergi ini dinilai krusial untuk menciptakan inovasi yang mampu menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan luar angkasa. Setelah jaringan kerja sama dengan berbagai pihak terjalin, TNI AU akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi secara bertahap. Proses tersebut, menurutnya, membutuhkan waktu serta anggaran yang tidak sedikit. Marsekal TNI Tonny Harjono berharap bahwa seluruh upaya tersebut dapat membentuk satuan ruang angkasa yang kuat dan profesional. Dengan demikian, TNI AU dapat lebih optimal dalam memanfaatkan ruang angkasa untuk memperkuat kedaulatan negara Indonesia. Dia juga menyampaikan pentingnya penguasaan ruang angkasa dalam konteks pertahanan modern. "Saya ingin menegaskan bahwa antariksa adalah masa depan pertahanan kita. Penguasaan ruang angkasa akan menjadi kunci kedaulatan nasional di era moderen ini," tegasnya, menandai komitmen TNI AU dalam menghadapi tantangan di dimensi baru ini. ANTARA