**Borneonews - Cikarang, Jawa Barat**, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa negosiasi untuk perjanjian kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa, yang dikenal dengan *Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement* (IEU-CEPA), menghadapi sejumlah kendala. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi proses negosiasi ini adalah peningkatan permintaan dari pihak Uni Eropa.
Zulkifli menekankan bahwa Indonesia telah memenuhi banyak permintaan yang diajukan, tetapi jika permintaan tersebut terus ditambah, akan menjadi lebih sulit bagi Indonesia untuk memenuhi semuanya. Dia mengharapkan agar IEU-CEPA dapat segera diselesaikan, namun hal ini juga bergantung pada kesediaan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia telah menyampaikan kepada pihak Uni Eropa tentang kebuntuan yang mungkin terjadi jika perundingan tidak selesai sebelum masa pemerintahan yang ada saat ini berakhir. Meskipun ada perdebatan yang berlangsung, Zulkifli menegaskan bahwa Indonesia tidak memberikan ultimatum melainkan hanya memberikan informasi mengenai situasi tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa jika pemerintahan baru nanti akan lebih sulit dalam proses negosiasi ini.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional di Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam negosiasi IEU-CEPA, di mana kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan terkait sejumlah kebijakan.
Djatmiko menjelaskan bahwa beberapa isu kebijakan yang belum diselesaikan masih menjadi kendala utama, dan pencarian titik tengah dalam isu-isu tersebut sangat diperlukan agar kepentingan kedua pihak dapat terakomodasi dengan baik. Sebuah regulasi yang menjadi sorotan adalah *European Union Deforestation Regulation* (EUDR), yang sedang diperdebatkan dan berpotensi menghambat eksportasi berbagai komoditas pertanian Indonesia ke Eropa.
Selain itu, Djatmiko menegaskan bahwa meskipun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, terdapat pula komitmen yang telah disepakati antara Indonesia dan Uni Eropa, termasuk tentang penurunan tarif impor secara bertahap serta kesepakatan dalam sektor perdagangan, investasi, dan transparansi.
Untuk urusan teknis, Djatmiko menyebutkan bahwa sudah ada kesamaan pandangan antara kedua belah pihak, namun masih ada beberapa kebijakan yang harus dipastikan kelengkapannya agar proses perundingan dapat berlanjut.
Saat ini, setelah melewati sembilan tahun proses negosiasi yang belum mencapai kata sepakat, IEU-CEPA memasuki tahap perundingan ke-19. Djatmiko memperkirakan bahwa target penyelesaian kesepakatan dagang ini, yang sebelumnya dijadwalkan pada September 2024, kemungkinan besar tidak akan tercapai sesuai dengan harapan.
ANTARA
Kendala Permintaan Uni Eropa Hambat Negosiasi IEU-CEPA
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







