**Borneonews - Madiun**, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Madiun telah meluncurkan sebuah inisiatif baru dengan membentuk agen yang dikenal sebagai Pesiar, yaitu singkatan dari Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Madiun.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menjelaskan bahwa agen Pesiar akan diprioritaskan di daerah-daerah yang belum mencapai Universal Health Coverage (UHC), yang ditandai dengan minimal 95 persen penduduk terdaftar sebagai peserta JKN. Dari lima daerah yang menjadi wilayah kerja, dua di antaranya, yaitu Ponorogo dan Magetan, belum memenuhi kriteria tersebut.
Saat ini, proyek percontohan untuk Program Agen Pesiar sedang dijalankan di 13 desa yang ada di Kabupaten Magetan dan Ponorogo. Dalam setiap desa, kepala desa diharapkan untuk menunjuk satu warganya sebagai agen Pesiar. Tugas agen ini akan mencakup pengecekan status kepesertaan JKN warga desa serta memastikan bahwa mereka terdaftar dalam segmen yang sesuai.
Wahyu menekankan pentingnya pemetaan dan penyisiran yang dilakukan oleh agen Pesiar. Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa warga yang berpenghasilan cukup dan bekerja sebagai pekerja informal seharusnya terdaftar sebagai peserta mandiri. Sedangkan, bagi warga yang telah bekerja dan menerima bantuan, mereka seharusnya didaftarkan oleh pemberi kerja, agar tidak membebani anggaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Selain tugas pemetaan, agen Pesiar juga akan berperan dalam mengadvokasi warga yang belum mendaftar sebagai peserta JKN. Mereka akan memberikan informasi mengenai manfaat JKN dan membantu warga untuk segera mendaftar.
BPJS Kesehatan Cabang Madiun berharap bahwa dengan adanya Program Pesiar, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Magetan dan Ponorogo akan dapat mencapai status UHC. Data menunjukkan bahwa Kota Madiun dan Kabupaten Madiun telah mencapai UHC dengan 100 persen peserta terdaftar. Sementara itu, Kabupaten Ngawi telah mencatatkan UHC sebesar 95,61 persen, Kabupaten Magetan sekitar 86 persen, dan Kabupaten Ponorogo dengan 75,82 persen.
Selain inisiatif agen Pesiar, BPJS Kesehatan juga melaksanakan program BPJS Keliling di desa-desa yang menjadi *pilot project*. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai manfaat JKN serta memfasilitasi pendaftaran peserta baru.
Dengan upaya ini, diharapkan jumlah peserta JKN di Kabupaten Magetan dan Ponorogo dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memastikan bahwa kepesertaan JKN dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa membebani anggaran pemerintah.
ANTARA
BPJS Kesehatan Madiun Luncurkan Program Agen Pesiar Tingkatkan JKN
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







