BORNEONEWS, Palangka Raya - Data Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan adanya dua perusahaan tambang emas yang selama 19 tahun hanya berekplorasi atau mengeruk kekayaan Kalteng tanpa ada kontribusi untuk daerah. Ini membuat geram Gubernur Kalteng,Sugianto Sabran sehingga pihaknya melayangkan surat rekomendasi kepada Kementerian ESDM untuk mencabut kontrak karya kedua perusahaan yang masuk dalam kontrak karya tahun 1997 itu
"Jangankan produksi, konstruksi saja belum. Statusnya selama 19 tahun tidak pernah berubah hanya eksplorasi saja. Makanya pak Gubernur minta pusat untuk mencabut izinnya," ungkap Kepala Distamben Kalteng, Syahril Tarigan, Rabu (10/8/2016).
Syahril menambahkan, dua perusahaan tersebut berada di Kabupaten Katingan, Murung Raya, Gunung Mas, dan Kapuas. Gubernur pun kemudian menyurati pihak kementerian ESDM untuk mencabut kontrak karya dua perusahaan tersebut.
"Kalau hanya eksplorasi tidak ada untungnya buat daerah, jadi lebih baik dicabut saja. Mungkin mereka kekurangan modal untuk melanjutkan usahanya ke tahap produksi," tambah Syahril.
Menurut Syahril, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kalteng terus menurun seiring jatuhnya harga batubara di tingkat dunia. Tantangan daerah lebih pada pembenahan kelengkapan dokumen dan penguatan infrastruktur terutama listrik.
"Investasi di tambang tidak lagi menjanjikan di saat seperti ini. Tambang batubara memang sangat bergantung dengan pasar dunia," jelasnya.
PNBP di Kalteng pun di bawah Rp1 triliun. Pada 2013, iuran tetap tercatat Rp25,72 miliar, 2014 tercatat Rp39,94 miliar, dan 2015 tercatat Rp31,04 miliar. Adapun royalti yang tercatat pada 2013 ada Rp236,11 miliar, 2014 tercatat Rp75,76 miliar, dan 2015 mencapai Rp251,81 miliar.
Untuk tambang Bauksit, Syahril menambahkan, kelesuan terjadi sejak diberlakukannya larangan ekspor awal 2014 dan sektor batubara lesu karena harganya rendah.
"Kebanyakan sudah tidak kuat untuk berproduksi terutama untuk perusahaan yang lokasinya jauh dari pelabuhan. Mereka hampir tidak bisa mengambil untung," pungkasnya.
Sebagai gambaran, berdasarkan harga batubara acuan untuk batubara kualitas CV=6322 Kcal/kg GAR harganya pada Juni 2013 mencapai 84,87 US dollar per ton FOB Vessel. Namun harga batubara acuan pada Oktober 2015 untuk kualitas yang sama hanya 57,39 US dollar per ton FOB Vessel. (TESTI PRISCILLA/m)








