JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, menunjukkan komitmennya pada Kamis dengan menekankan perlunya kolaborasi antarpemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan kapasitas kecerdasan buatan (*artificial intelligence*) di negara tersebut. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memperkuat posisi Korea Selatan di panggung global. Dalam sebuah acara peluncuran yang diadakan untuk Komite AI Presiden, Yoon menetapkan ambisi besar dengan menargetkan agar Korea Selatan dapat menjadi salah satu dari tiga negara terdepan dalam pengembangan kecerdasan buatan di dunia. Ia menyoroti pentingnya *AI* sebagai komponen utama dalam menentukan kemampuan nasional dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Menurutnya, teknologi ini tidak hanya menjadi penentu prospek ekonomi, tetapi juga berperan krusial dalam aspek keamanan suatu bangsa. "Dalam persaingan ditandai dengan digitalisasi ini, negara-negara besar berkompetisi secara agresif untuk mengamankan teknologi *AI* dan mengadopsi posisi terdepan," ucapnya. Melalui komite yang baru dibentuk, yang terdiri dari 30 pakar, pegawai pemerintah senior, serta penasihat presiden, Korea Selatan bertujuan untuk mengoordinasikan dan merumuskan strategi serta visi yang komprehensif dalam pengembangan *AI*. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Yoon menjelaskan bahwa negara akan mendirikan pusat komputasi nasional untuk kecerdasan buatan yang didanai melalui investasi bersama dari pemerintah dan pihak swasta. Hal ini diharapkan mampu mendorong transformasi *AI* di berbagai sektor industri dan dalam masyarakat secara keseluruhan. "Kami juga berharap dapat menarik lebih banyak investasi dari sektor swasta dalam bidang *AI*," tuturnya. Lebih lanjut, Yoon juga menegaskan perlunya reformasi dalam regulasi terkait kekayaan intelektual dan perlindungan privasi. Langkah ini diambil untuk mempertahankan nilai-nilai inti masyarakat tanpa menghambat potensi inovasi yang diharapkan bisa lahir dari ruang lingkup tersebut. Ia berjanji akan menyusun strategi yang mencakup penelitian dan pengembangan (*R&D*), penguatan infrastruktur, serta pengaturan hukum yang relevan. Pada bulan April lalu, pemerintah bahkan telah meluncurkan Inisiatif Semikonduktor untuk *AI*, merinci rencana investasi sebesar 9,4 triliun won (setara dengan 6,9 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp104,6 triliun) yang ditujukan untuk pengembangan *AI* dan chip *AI* hingga tahun 2027. Selain itu, pemerintah juga menyediakan dana sekitar 1,4 triliun won (sekitar Rp15,9 triliun) untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan perusahaan yang bergerak di bidang chip *AI*. Tak hanya itu, Korea Selatan juga menjalin kerjasama dengan Amerika Serikat dalam mendirikan kelompok kerja *AI* dan meluncurkan laboratorium *AI* global. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat penelitian dan pengembangan bersama antara kedua negara, mendukung upaya Korea Selatan untuk menjadi pemimpin dalam teknologi *AI* di tingkat global. ANTARA