BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Berkeliarannya pencopet dilokasi arena pagelaran Seruyan Expo 2016 di Lapangan Gagah Lurus Kuala Pembuang, benar bukan isapan jempol semata. Terbukti sejak dimulainya pelaksanaan expo saat malam hari pertama, sudah ada warga Kuala Pembuang yang menjadi korban aksi pencopetan saat nonton hiburan di lokasi kegiatan.

Banyak warga Kuala Pembuang menyampaikan maraknya aksi copet yang dikeluhkan melalui media sosial facebook. Mereka yang menjadi korban pencopetan mayoritas merupakan waga asli Kuala Pembuang.

Dari sebuah postingan status yang sengaja diunggah oleh netizen Bang Admien Seruyan, Rabu (10/8), yang mengangkat topik mengenai beraksinya copet pada Seruyan Expo tersebut, sontak mendapat perhatian dari banyak netizen lain untuk menanggapi pada kolom komentar.

Saat ditengok di akun facebook si penaruh status, para netizen membenarkan adanya aksi pencopetan tersebut. Seperti dikulik dalam komentar status, beragam keluhan terkait copet diutarakan diantaranya terdapatnya seorang ibu membawa anaknya nonton yang kehilangan perhiasan emas sebesar 7 gram hingga membuat sang ibu tersebut histeris.

“Bukan isu belaka tp 3 hari yg lalu ibu yg mengajak anaknya nonton di jambret kalungnya 7 gram. ibu histeris, saya sendiri menolongnya. Mata kepala saya sendiri yg menyaksikannya. kalo gak percaya konfirmasi aja sama yg bersangkutan guru SD di dpn ya kantor AL parak TPI,” tulis pemilik akun Tonsyip membenarkan dalam komentarnya.

Ditambahkan pemilik akun Hemi Rustiajiatnor yang turut berkomentar, yang menyampaikan dari awal pembukaan Seruyan Expo pada malam harinya sudah ada pengunjung atau warga yang kehilangan perhiasan. Namun dia enggan menyebut jenis barang perhiasan yang hilang beserta korban pencopetan. Mengingat kata dia, korban mengaku tidak mau ribet atas kehilangan perhiasan itu.

“Tolong diperketat keamanan Seruyan Expo,” pinta dia.

Lain lagi masalah dengan komentar yang ditaruh pemilik akun Azwar Halim. “Keluarga ane hapenya di embat bang di arena expo oleh bapak2 pencopet. 3 orang pelakunya 2 sebagai pengalih 1 eksekutor,” ujar dia. 

Sementara itu diluar keluhan soal copet di media sosial facebook, Toni warga Jalan Ais Nasution kepada Borneonews, mengaku kehilangan barang belanjaannya berupa jaket dan dan lainnya yang diembat secara diam-diam yang jumlah beliannya sebesar Rp250 ribu lebih.

“Mungkin dia ngambil saat saya lengah,” kata Toni di Kuala Pembuang, Rabu (10/8/2016).

Sebelumnya aksi copet juga pernah dialami Mama Icha, warga Desa Sungai Undang Kuala Pembuang, yang mengaku kehilangan kalung emas milik anaknya seberat dua gram -tiba raib saat mengunjungi lokasi Seruyan Expo malam hari.

Bahkan Rahimi, 19, warga Jalan Ais Nasution Kuala Pembuang kepada Borneonews juga mengaku dompet uang yang dibawanya sempat ingin dijamah copet saat tengah berjalan-jalan dikerumunan pengujung lainnya. Beruntung aksi copet tersebut diketahuinya dan pelaku langsung keburu kabur.

Aksi copet di arena Seruyan Expo juga sempat menjadi perbincangan para ibu rumah tangga, yang mana ada seorang warga mengaku kehilangan uang sebesar Rp2 juta saat dibawa nonton ke lokasi acara. (PARNEN/m)