**Borneonews - Palangka Raya**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) baru-baru ini melaksanakan inspeksi mendadak atau sidak ke beberapa pasar yang ada di Kota Palangka Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga barang kebutuhan pokok (bapok) tetap stabil dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Sri Widanarni, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, mengungkapkan bahwa sidak tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Menurutnya, hasil pengamatan menunjukkan bahwa harga-harga bapok di pasaran saat ini masih dalam kondisi stabil.
Pemprov terus berupaya untuk mencegah terjadinya kenaikan harga yang tidak wajar melalui pengawasan yang dilakukan secara teratur. Dengan dilakukan pengawasan yang cermat, diharapkan stabilitas harga bapok dapat terjaga dengan baik.
Sidak yang dilaksanakan mencakup beberapa lokasi, antara lain Pasar Kahayan, Pasar Besar, dan tempat-tempat penjualan lainnya, termasuk agen atau distributor minyak goreng serta pangkalan gas elpiji, hingga gudang Bulog. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan data yang akurat mengenai perkembangan harga bapok di lapangan.
Yuas Elko, Staf Ahli Gubernur Kalteng untuk Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, menambahkan bahwa hasil inspeksi menunjukkan bahwa secara umum, harga bapok tetap stabil. Meskipun fluktuasi harga mungkin terjadi, namun semuanya dalam rentang yang wajar. Contohnya, harga ayam potong masih berada pada kisaran Rp33.000 per kilogram.
Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalteng juga memberikan informasi terkait harga berbagai bapok berdasarkan hasil sidak yang dilakukan. Di Pasar Kahayan dan Pasar Besar, harga ayam potong berkisar antara Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi berada pada rentang Rp145.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
Sementara itu, beras dapat dijumpai di pasaran dengan harga yang bervariasi antara Rp13.000 hingga Rp18.500 per kilogram. Untuk bawang merah, harganya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih dijual dengan harga Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Cabai rawit tercatat dengan harga antara Rp55.000 hingga Rp75.000 per kilogram, gula pasir seharga Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng baik yang curah maupun yang kemasan berkisar antara Rp14.000 hingga Rp18.000 per liter.
Akhmad Elpiansyah, Pelaksana Tugas Kepala Dishanpang Kalteng, menambahkan bahwa ditemukan adanya perbedaan harga jual antar pedagang untuk beberapa bapok. Perbedaan tersebut banyak dipengaruhi oleh kualitas barang yang dijual. Sebagai contoh, bawang merah yang baru, segar, dan berukuran besar biasanya dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan bawang merah yang sudah lama disimpan. Namun, secara keseluruhan kondisi harga bapok di wilayah Kalteng masih terbilang stabil.
Diketahui bahwa untuk periode Agustus 2024, pengendalian inflasi di Kalteng tercatat cukup baik, dengan provinsi ini menduduki posisi keempat untuk inflasi terendah di tingkat nasional, dengan angka inflasi sebesar 1,29 persen (y-o-y).
ANTARA
Pemprov Kalteng Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok di Pasar
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







