JAKARTA –
**Borneonews - London**, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Rabu menekankan pentingnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mendesak terjadinya gencatan senjata yang bersifat komprehensif di wilayah Jalur Gaza. Dia menyatakan bahwa penderitaan yang dialami oleh masyarakat sipil di sana berada pada tingkat yang jauh dari kata layak. Starmer mengungkapkan pentingnya diperolehnya gencatan senjata yang tidak hanya segera tetapi juga menyeluruh, dengan menegaskan perlunya dibebaskannya semua sandera yang ada. "Dewan ini harus menuntut lagi, gencatan senjata segera, penuh, dan menyeluruh di Gaza, sambil memastikan pembebasan semua sandera," ujar Starmer. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa suatu jalur politik yang efektif dan kredibel sangat dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan damai. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masa depan yang lebih baik antara Israel dan Palestina, di mana negara Palestina yang berdaulat dapat berdampingan dengan negara Israel yang aman. Dalam penyampaiannya, Starmer menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai keamanan dan keadilan bagi rakyat Israel maupun Palestina adalah dengan adanya gencatan senjata. Penderitaan masyarakat sipil dalam kantong Palestina yang terisolasi, menurutnya, sangat mengkhawatirkan, mengingat jumlah korban jiwa yang terus meningkat sebagai akibat dari serangan yang dilakukan oleh pihak Israel dalam setahun terakhir. Dia pun mendesak Israel untuk membuka akses yang lebih besar bagi masyarakat sipil sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional yang berlaku. "Sudah tidak ada lagi alasan. Israel harus memberikan akses yang lebih terbuka untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi organisasi PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya untuk beroperasi dengan efektif," tegasnya. Starmer juga mengingatkan bahwa Dewan Keamanan PBB memiliki tanggung jawab untuk memastikan akuntabilitas bagi semua pihak yang melanggar Piagam PBB. Ia menambahkan bahwa dewan tersebut harus kembali berkomitmen pada nilai-nilai dasar yang telah ditetapkannya. Dalam konteks debat terbuka mengenai keamanan dan perdamaian yang berlangsung di Dewan Keamanan PBB, Starmer menyerukan perlunya upaya politik yang nyata guna memutus siklus kekerasan yang berulang di Timur Tengah, yang saat ini berada dalam situasi yang sangat rentan. "Masyarakat internasional harus mengupayakan gencatan senjata yang segera antara Israel dan grup Hizbullah yang berbasis di Lebanon, serta merumuskan rencana politik yang memungkinkan warga sipil baik di Israel atau Lebanon untuk kembali ke rumah mereka dan hidup dalam suasana damai dan aman," ungkapnya. Keamanan yang diinginkan, kata Starmer, hanya dapat dicapai melalui diplomasi, bukan dengan peningkatan ketegangan. Ia menegaskan, "Tidak ada solusi militer yang dapat mengatasi situasi ini, dan konflik di Gaza juga tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan militer saja." Perlu dicatat bahwa Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara yang mematikan di Lebanon mulai Senin dini hari yang telah mengakibatkan hampir 610 orang tewas dan lebih dari 2.000 terluka, menurut laporan dari otoritas kesehatan setempat. Konflik antara Hizbullah dan Israel semakin meningkat sejak dimulainya serangan Israel terhadap Gaza pada 7 Oktober lalu. Masyarakat internasional juga telah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap serangan yang menyasar Lebanon, mengkhawatirkan bahwa hal ini dapat memperburuk konflik yang telah terjadi di Gaza ke skala yang lebih luas. ANTARA