**Borneonews - Sampit**, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) telah memberikan dukungan berupa dua unit alat pemantauan kualitas air secara *online* yang dikenal dengan nama *Online Monitoring* (Onlimo) kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang terletak di Kalimantan Tengah. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap kualitas air di Sungai Mentaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Machmoer, mengungkapkan pentingnya alat ini dalam melakukan pemantauan kualitas air. Dia menjelaskan bahwa, "Pada anggaran perubahan tahun ini, kami beruntung mendapatkan bantuan dua unit Onlimo dari KLHK. Alat ini sangat berharga dalam usaha kami memantau kualitas air."
*Onlimo* merupakan sistem yang dirancang untuk memantau kualitas air secara otomatis dan terus-menerus serta dapat diakses secara *online*. Sistem ini dikembangkan oleh KLHK untuk mengawasi air dari berbagai sumber, termasuk sungai, laut, dan limbah industri.
Prinsip kerja *Onlimo* melibatkan penggunaan unit sensor yang terhubung dengan data logger, unit transmisi data, serta sistem database. Data yang dikumpulkan dari alat ini selanjutnya akan dikirimkan ke Pusat Data Onlimo yang dikelola oleh KLHK.
Machmoer menambahkan bahwa fungsi alat ini mirip dengan alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Alat-alat seperti ini dapat diakses secara *online* melalui perangkat *gadget* yang terhubung dengan internet. "Ketika terjadi kabut asap, banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi ISPU untuk memantau kualitas udara. Begitu juga dengan *Onlimo*, hanya saja fokus pemantauannya adalah kualitas air sesuai lokasi pemasangan," ujarnya.
Penyerahan bantuan alat pemantau ini dilakukan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) di bawah KLHK. Machmoer juga menekankan bahwa kementerian tidak hanya menyediakan peralatan, tetapi juga membiayai operator yang akan mengoperasikan alat tersebut.
Alat tersebut telah tiba di Kotim pertengahan bulan September lalu dan telah dipasang berkat kerjasama dengan PT HAS Environment, perusahaan yang berkolaborasi dengan KLHK. Dua unit *Onlimo* tersebut dipasang di intake PDAM Ketapang yang berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan intake PDAM Sungai Paring di Kecamatan Cempaga. Lokasi pemasangan dipilih karena keduanya merupakan sumber air penting bagi masyarakat setempat.
Meskipun saat ini hanya dua unit yang terpasang di dua kecamatan tersebut, Machmoer menegaskan bahwa ada rencana untuk memperluas jangkauan. "Kami berharap di masa yang akan datang, 15 kecamatan lainnya juga akan mendapatkan alat serupa, meskipun saat ini terganjal oleh keterbatasan anggaran," ungkapnya.
Di samping itu, DLH Kotim telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan penelitian mengenai pencemaran di Sungai Mentaya. Fenomena pencemaran di daerah tersebut diketahui melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan, restoran, dan rumah tangga, yang menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan.
Kerjasama ini bertujuan tidak hanya untuk menyelamatkan Sungai Mentaya dari kondisi pencemaran yang semakin parah, tetapi juga untuk menjaga kelangsungan hidup berbagai makhluk yang bergantung pada sumber daya air tersebut, baik manusia, hewan, tumbuhan, maupun ekosistem secara keseluruhan.
Pemberian alat *Onlimo* ini sejalan dengan upaya DLH Kotim dan UGM dalam menanggulangi dan mencegah pencemaran yang lebih serius. Alat ini diharapkan dapat mendeteksi pencemaran dari limbah perusahaan, sehingga dapat dijadikan dasar untuk melakukan investigasi terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai tersebut.
Machmoer menambahkan bahwa jika ditemukan perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran, pihaknya akan mengambil langkah-langkah tegas sesuai dengan tingkat pelanggaran dan risiko yang ditimbulkan.
ANTARA
Bantuan Alat Pemantau Kualitas Air dari KLHK untuk Kotim
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







