JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Perdana Menteri Lebanon, Najib Azmi Mikati, mendesak seluruh anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menekan Israel agar segera melakukan gencatan senjata. Dalam pernyataannya, Mikati berharap agar pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi yang lebih serius yang didasarkan pada kolaborasi antarnegara anggota Dewan Keamanan untuk mendorong Israel mencapai gencatan senjata yang segera di semua lini, demi memulihkan stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut. Mikati mengingatkan bahwa PBB didirikan untuk mendorong stabilitas global, namun sampai saat ini, organisasi tersebut belum mampu menghentikan tragedi kemanusiaan yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Ia menyampaikan bahwa Lebanon telah menjadi korban dari agresi dalam bentuk siber, udara, dan maritim. Ia juga memperingatkan bahwa serangan darat dari pihak Israel dapat berpotensi menyebabkan "perang regional yang besar". Sementara itu, Amerika Serikat dan Prancis sedang bekerja sama dengan negara-negara lain untuk merumuskan proposal gencatan senjata yang bisa menggiring pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini menuju jalur diplomasi. Dalam kesempatan itu, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan yang menunjukkan ratusan warga sipil Lebanon kehilangan nyawa dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin, menyerukan agar gencatan senjata segera diimplementasikan dan mengutuk serangan militer besar-besaran serta provokasi terhadap Lebanon. Sementara itu, utusan Israel untuk PBB, Danny Danon, menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel adalah serangan presisi yang menyasar pusat komando Hizbullah dan lokasi strategis lainnya. Ia juga menuding Iran sebagai aktor yang mengendalikan kekerasan ini, menekankan bahwa wilayah tersebut tidak akan aman sebelum jaringan tersebut dihentikan. Menanggapi situasi ini, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Israel akan menghadapi konsekuensi atas aksinya tersebut dan menyarankan bahwa Israel seharusnya tidak lagi diizinkan menjadi anggota PBB. Araghchi juga mengkritik Amerika Serikat yang dianggapnya gagal mengendalikan Israel, mencatat bahwa aliran bantuan militer kepada Israel hanya akan meningkatkan tindakan-tindakan agresifnya tanpa adanya konsekuensi. Di awal pertemuan, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon dan menyatakan dukungan PBB terhadap semua upaya untuk memperkuat kapasitas militer Lebanon. Situasi di perbatasan antara Israel dan Lebanon semakin memburuk sejak dimulainya operasi militer Israel di Jalur Gaza pada bulan Oktober 2023. Pertikaian antara Pasukan Pertahanan Israel dan pejuang Hizbullah berlangsung hampir setiap hari di sepanjang perbatasan. Israel diketahui meluncurkan serangan yang lebih masif di wilayah Lebanon selatan dan timur pada tanggal 23 September, yang mengakibatkan jumlah korban jiwa meningkat menjadi 558 orang, menurut data yang dirilis oleh Menteri Kesehatan Lebanon, Firass Abiad. Sebagai respons, pejuang Hizbullah menembakkan puluhan roket ke wilayah utara Israel. Seorang wakil dari militer Israel, Avichay Adraee, menyampaikan kepada media bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mungkin akan melanjutkan serangan besar-besaran terhadap target-target Hizbullah. Pihak Pentagon juga menegaskan bahwa mereka tidak menganggap kemungkinan serangan darat Israel ke Lebanon akan terjadi dalam waktu dekat. Dengan tegas, militer AS membantah terlibat dalam mendukung operasi Israel di Lebanon. Eskalasi konflik terbaru ini sebelumnya dipicu oleh serangkaian ledakan yang terjadi pada alat komunikasi penyeranta seperti *pager* dan *walkie-talkie* di Lebanon pada 17 hingga 18 September, yang mengakibatkan lebih dari 40 orang kehilangan nyawa dan hampir 3.500 orang terluka. Hizbullah dan pihak berwenang Lebanon menyalahkan Israel atas serangkaian ledakan tersebut, sedangkan Presiden Israel, Isaac Herzog, menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam insiden yang merugikan tersebut. ANTARA