TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tanjung Selor**, Forum Jasa Konstruksi Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang diadakan di Kota Tarakan menjadi platform penting bagi para pelaku industri konstruksi, pemerintah, dan akademisi untuk berdiskusi serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah ini. Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kaltara, Togap Simangunsong, yang menyampaikan bahwa forum ini menghasilkan beberapa poin penting. Salah satu di antaranya adalah komitmen untuk meningkatkan pemanfaatan tenaga kerja konstruksi lokal yang telah mendapatkan sertifikasi. Tema yang diangkat dalam pertemuan ini adalah "Peran Masyarakat Jasa Konstruksi dalam Peningkatan Kualitas Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Kaltara." Melalui forum ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang lebih kuat antara tenaga kerja lokal yang bersertifikat dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) lokal, terutama dalam pelaksanaan proyek-proyek besar yang ada di daerah. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (*PUPR*), Abdul Muis, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan sarana yang baik untuk bertukar ide dan memberikan masukan bagi pemerintah mengenai kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung peningkatan kualitas konstruksi di daerah. Data yang disajikan selama forum menunjukkan bahwa Kaltara memiliki potensi sumber daya manusia di sektor konstruksi yang cukup signifikan. Tercatat, terdapat 2.982 tenaga kerja konstruksi yang telah mendapatkan sertifikasi pada berbagai jenjang pendidikan dan kompetensi. Ahmad Sutaji, seorang dosen sekaligus Lektor Kepala di Universitas Andalas dan anggota Komite Keselamatan Konstruksi, menekankan bahwa dengan banyaknya tenaga kerja lokal yang tersedia, sangat penting untuk memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Kementerian PUPR memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltara yang berhasil mencapai posisi tiga besar nasional dalam penghargaan Akselerasi Transformasi Digital Sektor Konstruksi. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan inovasi serta pemanfaatan teknologi di sektor konstruksi. Tenaga Ahli Kementerian PUPR, Joko Karno, menyatakan harapannya agar forum serupa dapat diadakan secara rutin. Ini akan memberikan peluang lebih banyak untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara demi kemajuan daerah secara keseluruhan. ANTARA