BANJARMASIN –
**Borneonews - Tapin**, Kabupaten Tapin berkomitmen untuk menjadi penghasil padi terbanyak di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Upaya ini ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Guna mencapai tujuan tersebut, Kabupaten Tapin memfokuskan pengembangan sektor pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2023-2043. Ihwanudin, anggota DPRD Tapin, menyampaikan pentingnya meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas pertanian. Menurutnya, hal ini sangat krusial, dan berbagai program yang akan datang akan diprioritaskan bagi sektor pertanian. Ia berharap dengan langkah ini, pertanian di Tapin dapat menjadi berdaya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pangan, baik untuk tingkat daerah maupun nasional. Ihwanudin juga menyoroti perlunya inventarisasi aset serta pengembangan sarana dan prasarana pertanian. Ini termasuk pengembangan jalan usaha tani, pembuatan gudang, serta penyediaan fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan. Ia memperingatkan bahwa tanpa adanya inventarisasi yang akurat, hasil optimal untuk menjadikan Tapin sebagai penyedia padi utama di Kalsel akan sulit dicapai. Mengacu pada RPJPD dan RTRW yang berfokus pada pengembangan pertanian, Ihwanudin menegaskan bahwa bukan hal yang mustahil bagi pemangku kepentingan untuk menjadikan Tapin sebagai salah satu daerah penyangga IKN. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tapin juga telah mengadakan diskusi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengenai rencana pembangunan kawasan perdesaan (RPKP) khususnya untuk tanaman pangan. Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tapin, Meidy Haris Prayoga, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan perdesaan akan mendukung peningkatan potensi lokal dan efektivitas pengelolaan sumber daya pertanian. Ia menyebutkan bahwa pemetaan kawasan desa di Kabupaten Tapin mencakup dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bungur dan Kecamatan Tapin Tengah. Di Kecamatan Bungur terdapat empat desa, yaitu Desa Banua Padang, Banua Padang Hilir, Purut, dan Bungur Baru. Luas area pertanian yang terpetakan di kecamatan ini mencapai 371,49 hektare. Sementara itu, di Kecamatan Tapin Tengah, pemetaan mencakup 12 desa, termasuk Desa Tirik, Labung, Batang Lantik, Serawi, Kepayang, Hiyung, Mandurian, Mandurian Hilir, Pandahan, Pematang Karangan, Pematang Karangan Hilir, dan Pematang Karangan Hulu. ANTARA