JAKARTA –
**Borneonews - Athena**, Yunani secara resmi kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi berbasis dua negara dalam menghadapi konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, yang berlangsung di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan di New York. Mitsotakis menekankan pentingnya segera diberlakukannya gencatan senjata serta upaya pembebasan para sandera. Ia juga menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan ke wilayah Gaza. Pernyataan ini dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Yunani di Athena. Dalam pernyataannya, Mitsotakis menunjukkan kepedulian mendalam terhadap meningkatnya angka kekerasan yang terjadi, yang dianggap berpotensi merusak stabilitas di kawasan tersebut. Ia menekankan urgensi untuk memulai kembali proses politik yang bertujuan untuk mencapai solusi dua negara. Sejak hari Senin, 23 September 2023, Israel telah meluncurkan serangkaian serangan udara yang brutal di Lebanon, yang mengakibatkan ratusan jiwa melayang. Menurut otoritas kesehatan Lebanon, hampir 610 orang dilaporkan tewas dan lebih dari dua ribu lainnya terluka akibat agresi militer ini. Konflik antara Hizbullah dan Israel telah meningkat seiring dengan berlanjutnya serangan di Gaza, yang sendiri telah menelan lebih dari 41.400 korban jiwa, mayoritasnya adalah perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut menyusul tindakan lintas perbatasan dari kelompok Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023. Dari sisi militer, pasukan Israel terus memperluas serangan di Lebanon, meskipun telah ada peringatan dari masyarakat internasional tentang konsekuensi tindakan tersebut, yang dikhawatirkan dapat memperluas konflik yang sudah ada di Gaza dan menjangkau wilayah lain. Seluruh situasi ini mencerminkan kompleksitas dan kedalaman krisis yang tengah berlangsung serta perlunya pendekatan diplomatik dalam mencari penyelesaian. ANTARA