BORNEONEWS, Buntok - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mulai mengintensifkan pemeriksaan hewan kurban. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya berbagai penyakit yang dibawa sapi atau kambing, sebelum dijadikan hewan kurban.
”Kami berkomitmen, menjaga suasana hari raya Idul Adha tahun ini, agar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat nantinya benar-benar aman untuk dikonsumsi,” ungkap Kadistanak Barsel Ibarata kepada Borneonews, di Buntok, Rabu (10/8/2016).
Menurut dia, tindakan yang dilakukan pihaknya, itu merupakan agenda tahunan.
"Yang pastinya, pengintensifan pengawasan ini kita lakukan dengan gencar, pada saat hewan-hewan itu mulai dibawa masuk ke wilayah Barsel," terangnya.
Mantan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Barsel itu mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan pemeriksaan terhadap hewan yang berasal dari luar daerah.
"Antisipasi yang kita lakukan ini, bersama dengan dokter hewan dan staf yang ada, untuk memeriksa surat keterangan ternak sehat dan izin dari dokter hewan daerah asal hewan ternak yang di bawa ke Barsel ini," ucap dia.
Dalam pemeriksaan tersebut lanjutnya, dilakukan pada kondisi fisik, seperti suhu tubuh, jenis kelamin, usia, organ dalam hingga kesempurnaan bentuk fisik hewan.
Ibarata juga mengimbau, dalam memotong hewan kurban nantinya, para pengelola wajib memperhatikan fisik dan usia hewan.
"Sejauh ini pemeriksaan hewan masih dalam skala kondusif. Sebab masih belum ada ditemukan kasus yang membuat warga sakit, ketika mengkonsumsi daging hewan kurban,”demikian Ibarata. (LAILY MASNYUR/m)








