BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Idi, mengajak masyarakat berperilaku bijak di media sosial.
"Saya mengimbau kita semua untuk bijak dalam menggunakan media sosial, jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai menjelekkan atau menyerang lawan politik," ujar Muhammad Idi dalam sambutannya, Kamis, 26 September 2024.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan syukuran yang digelar di kediamannya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Acara yang dihadiri ratusan warga dari berbagai wilayah ini menjadi momen penting bagi Muhammad Idi untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga sikap bijak, terutama di tengah suasana politik yang semakin memanas menjelang Pilkada.
Ia juga menekankan pentingnya mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat untuk meneladani sikap kesederhanaan dan kepemimpinan yang penuh kasih sayang dari Rasulullah SAW. Hal ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan kondusifitas selama Pilkada berlangsung.
Muhammad Idi meminta dukungan masyarakat agar para anggota DPRD, termasuk dirinya, dapat menjalankan amanah dengan baik dan terus memperjuangkan aspirasi rakyat, terutama di daerah pemilihan I, Mentawa Baru Ketapang.
"Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Saya juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing, mengingat Pilkada 2024 sudah memasuki tahapan yang rentan terhadap politisasi," ungkapnya.
Muhammad Idi, yang juga berasal dari salah satu partai politik, menegaskan bahwa meskipun fraksinya mendukung pasangan calon tertentu, ia tetap berkomitmen untuk menjaga kondusifitas dan kedamaian di tengah masyarakat.
Pilkada 2024 di kabupaten daerah menjadi perhatian publik, terutama karena banyaknya isu politisasi dan provokasi yang kerap muncul di media sosial. Oleh karena itu, Muhammad Idi berharap masyarakat dapat lebih bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif.
"Dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, saya yakin masyarakat akan lebih mampu menjaga kedamaian dan kerukunan, tidak hanya dalam masa Pilkada, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









