BORNEONEW, Sampit - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur melihat ada sejumlah potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih luput atau bahkan diabaikan pemkab setempat. Dewan pun mendesak pemkab melalui instansi terkait untuk melakukan inventarisasi aset-aset yang berpotensi bisa menyumbang PAD.

Ketua Komisi IV DPRD Kotim Jainudin Karim mengatakan, sebenarnya banyak aset di Kabupaten Kotim yang sangat potensial memberikan PAD. Namun, dirinya bingung dengan SKPD yang tidak sigap untuk segera melakukan pengamanan dan berpikir untuk memanfaatkan aset tersebut guna mendongkrak PAD.

“Salah satunya seperti Plaza Sampit di Jalan MT Haryono. Aset itu dibiarkan terbengkalai. Seharusnya ada pemikiran bagaimana memanfaatkan aset-aset daerah agar bernilai,” kata dia, Rabu (10/8/2016). 

Menurut politisi Partai Gerindra itu, banyaknya aset daerah yang tidak terurus itu ikut memengaruhi kontribusi PAD.

“Memang tidak mengurangi PAD, tetapi adanya aset yang tidak dikelola dengan baik tersebut menyebabkan pemasukan menjadi tidak maksimal,” ujar dia.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kotim Otjim Supriatna meminta pemkab lebih memiliki insting bisnis guna mendongkrat PAD. Menurutnya, selama ini pemkab masih memprioritaskan mencari sumber penghasilan untuk meningkatkan PAD melalui sumber pajak, namun kurang mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Salah satu upaya untuk meningkatkan PAD melalui sumber daya yang ada yaitu dengan Memaksimalkan pengelolaan aset. Dalam jangka panjang ada potensi ekonomi dibalik aset yang dimiliki daerah,” kata dia. (RIFQI/m)