PALANGKARAYA –
**Borneonews - Muara Teweh**, Pemerintah Kabupaten Barito Utara, yang berlokasi di Kalimantan Tengah, baru saja melaksanakan Konsultasi Publik tahap pertama (KP-1) terkait revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk periode 2025 hingga 2045. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dan saran dari berbagai pihak yang berkepentingan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Barito Utara, Gazali, menjelaskan pentingnya RTRW sebagai alat untuk mengatur pemanfaatan ruang di wilayah kabupaten. RTRW berfungsi untuk menyeimbangkan perkembangan antar wilayah, sehingga pertumbuhan Kabupaten Barito Utara dapat dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan potensi sumber daya yang ada. Gazali menekankan bahwa penyusunan RTRW harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang sebagai pendekatan spasial. Kondisi pembangunan yang telah berlangsung sejak ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2019, yang mengatur RTRW untuk periode 2019-2039, perlu direspon dengan tepat agar implementasi pembangunan dan pencapaian tujuan jangka panjang tetap terjaga. Di tengah tantangan yang akan datang, Pemkab Barito Utara diharapkan mampu merespon peluang untuk meningkatkan daya saing daerah. Ini termasuk kemampuan untuk mengatasi isu-isu terkait keberlanjutan pembangunan regional, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kawasan lindung dan kawasan budidaya. Keseimbangan tersebut sangat penting untuk memelihara sumber daya alam seperti air, udara, dan tanah, yang sekaligus menjadi penopang utama dalam pengelolaan ruang wilayah. Saat ini, proses penyusunan revisi RTRW telah memasuki tahap Konsultasi Publik yang pertama, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Dalam proses ini, pendekatan yang digunakan adalah *bottom up planning*, yang menekankan peran aktif dari masyarakat. Gazali juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam acara tersebut. Ia berharap masukan dan saran konstruktif dari masyarakat dapat membantu tim penyusun dalam merumuskan isu-isu strategis yang relevan dengan perkembangan di Barito Utara. ANTARA