YOGYAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengumumkan pemberlakuan tarif batas atas untuk sewa kamar hotel di sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kebijakan ini dicanangkan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada tanggal 27-29 September 2024. Dalam pernyataannya di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Sandiaga menegaskan bahwa penerapan tarif batas atas ini merupakan langkah strategis untuk mencegah lonjakan harga yang berlebihan pada tarif hotel di kawasan sekitar sirkuit. "Di ring pertama kami sudah menetapkan batas atas tarif hotel," ujarnya. Sebagai alternatif akomodasi bagi para pengunjung yang datang untuk menyaksikan *event* internasional tersebut, Sandi menjelaskan bahwa saat ini terdapat banyak pilihan fasilitas menginap di desa-desa wisata sekitar Sirkuit Mandalika. Ia menyarankan agar para wisatawan mempertimbangkan opsi *eco-friendly* yang kini banyak dibangun di desa-desa wisata dan juga *homestay*. "Itu menjadi salah satu alternatif untuk akomodasi di ring satu," tambahnya. Di luar ring satu, seperti di Mataram dan Senggigi, masih terdapat banyak kamar hotel yang dapat dipesan oleh para pengunjung yang akan menonton MotoGP. Sandiaga mengungkapkan bahwa tingkat okupansi kamar hotel di area tersebut masih di bawah 70 persen, sehingga wisatawan masih memiliki banyak kesempatan untuk melakukan pemesanan. Sebelumnya, Sandiaga menargetkan bahwa akan ada sekitar 100.000 kunjungan wisatawan selama pelaksanaan *event* balapan MotoGP di Mandalika. Ia optimis jumlah wisatawan mancanegara yang hadir dapat melebihi jumlah pengunjung di *event-event* internasional lainnya yang diadakan di Indonesia. "Target kita adalah sekitar 100.000, sama seperti tahun lalu. Karena kapasitasnya memang segitu, kita harapkan ada peningkatan dari segi kualitas pengunjung,” tutupnya. ANTARA