MANADO –
**Borneonews - Bitung**, Kementerian Agama (Kemenag) telah melaksanakan program penyuluhan agama bagi para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bitung, yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dorongan spiritual dan dukungan moral kepada mereka. Salah satu penyuluh agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, Ariandy E Katanggung, menjelaskan bahwa penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong warga binaan untuk tetap bertekun dalam kasih. Dalam konteks ini, keberadaan cinta dan kepedulian menjadi kunci untuk perjalanan spiritual setiap individu, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman. Selain itu, penyuluhan ini juga melibatkan para Katekisan yang sedang menjalani praktik pelayanan sebagai persiapan untuk Peneguhan Sidi Jemaat, yang akan berlangsung di Gedung Gereja Petra yang berada di dalam Lapas tersebut. Melalui kerjasama ini, diharapkan warga binaan dapat merasakan kehangatan dan keikhlasan dalam pembelajaran iman mereka. Ketua Jemaat GMIM Eden Maesa Danowudu, Pdt Marsel Malonda, turut berpartisipasi dalam acara ini dengan menyampaikan materi bimbingan berjudul "Bertekun Dalam Mengasihi Tuhan". Materi tersebut diambil dari Kitab Yosua 23:1-16, yang merupakan pengingat akan pentingnya cinta kepada Tuhan dan sesama sebagai bagian dari hidup beriman. Ariandy mendorong para warga binaan untuk merenungkan luasnya kasih Tuhan yang telah dinyatakan melalui karya-Nya yang menyelamatkan. Pemahaman akan kasih Allah menjadi landasan yang kuat bagi setiap umat Kristen untuk terus berpegang pada iman mereka, terutama dalam situasi sulit. "Kita bisa mengasihi, karena Tuhan yang terlebih dahulu menyatakan kasih-Nya bagi kita," tegasnya, menekankan pentingnya hubungan personal dengan Tuhan dalam menumbuhkan kasih di dalam hati. Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan konseling. Para Katekisan yang bersiap untuk peneguhan sidi jemaat, bersama dengan warga binaan yang memiliki keinginan mendalam untuk mengenal Tuhan lebih intim, juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi dan menggali pengertian lebih lanjut mengenai iman dan spiritualitas mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan memberikan harapan baru bagi para peserta dalam menjalani kehidupan mereka di masa mendatang. ANTARA