**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan dalam perdagangan pada hari Kamis, seiring dengan pasar yang menunggu rilis data terkait perekonomian Amerika Serikat.
Pada penutupan perdagangan Kamis, rupiah tercatat melemah sebesar 63 poin atau 0,42 persen, sehingga nilai tukarnya menjadi Rp15.165 per dolar AS, turun dari Rp15.102 per dolar AS yang terjadi sebelumnya.
Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa melemahnya rupiah dipicu oleh spekulasi pasar terkait rilis data pertumbuhan ekonomi AS yang dijadwalkan pada hari itu, atau malam harinya waktu Indonesia. Rully memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat untuk kuartal II tahun 2024 akan mengalami pelambatan menjadi 2,9 persen, menurun dari 3 persen yang tercatat pada kuartal sebelumnya.
Di sisi lain, sentimen dari dalam negeri saat ini cenderung minim. Data mengenai inflasi di Indonesia untuk bulan September 2024 rencananya akan diumumkan pada minggu depan, yang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perekonomian domestik.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada hari Kamis menunjukkan penurunan, mencapai level Rp15.171 per dolar AS, dari sebelumnya yang berada pada angka Rp15.092 per dolar AS. Penurunan ini mencerminkan volatilitas nilai tukar yang terjadi di tengah ketidakpastian pasar global.
ANTARA
Rupiah Melemah di Tengah Menanti Rilis Data Ekonomi AS
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Komentar (0)
Memuat komentar…







