BOGOR –
**Borneonews - Bogor**, Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program penataan kawasan wisata di Puncak, Jawa Barat. Ia berencana meneruskan inisiatif yang telah dirintis oleh Pejabat Bupati sebelumnya, Asmawa Tosepu. Setelah dilantik oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, di Gedung Sate, Bandung, Bachril menegaskan pentingnya melanjutkan program yang telah diprioritaskan, termasuk penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak. "Saya akan meneruskan langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya, seperti penertiban PKL," ujarnya. Bachril yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementerian Dalam Negeri berencana segera mengadakan rapat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rapat ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi program-program ke depan. Berdasarkan arahan dari Pejabat Gubernur, terdapat tiga fokus utama dalam pembangunan di Bogor. Pertama, adalah meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap daerah mereka sendiri. Selanjutnya, melanjutkan program prioritas yang belum terlaksana oleh pendahulunya. Terakhir, memfasilitasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam kesempatan tersebut, Bey Triadi Machmudin memberikan apresiasi kepada Asmawa Tosepu atas keberaniannya dalam memimpin Kabupaten Bogor. "Saya sangat menghargai dan berterima kasih kepada Pak Asmawa. Dalam waktu yang singkat, beliau telah memberikan warisan yang berarti, tidak hanya untuk Kabupaten Bogor, tetapi juga untuk Provinsi Jawa Barat," tutur Bey. Bey mengungkapkan bahwa Asmawa Tosepu menunjukkan keberanian luar biasa dalam menegakkan aturan di kawasan wisata Puncak, bahkan melebihi bupati dan gubernur definitif. Ia menghargai kontribusi Asmawa hingga mendapat perhatian langsung dari Presiden Jokowi, yang berujung pada rencana pembangunan trotoar di kawasan tersebut oleh Kementerian PUPR. Bachril Bakri juga merujuk pada upaya Pemkab Bogor di bawah kepemimpinan Asmawa Tosepu yang telah mulai melakukan penataan kawasan wisata Puncak. Langkah awal ini dimulai dengan pemindahan PKL ke Rest Area Gunung Mas pada 24 Juli lalu. Sebanyak 329 bangunan yang merupakan lapak PKL telah diratakan di sepanjang Jalur Puncak, dengan rincian 185 bangunan dari Gantole hingga Rest Area Gunung Mas dan 144 bangunan dari Simpang Taman Safari Indonesia menuju Rest Area Gunung Mas. Dalam tahap penertiban selanjutnya, sebanyak 196 PKL akan dipindah ke rest area. Pemkab Bogor meyakini bahwa dengan pemindahan ini, kondisi perekonomian pedagang kaki lima di kawasan wisata akan jauh lebih baik. Pembangunan Rest Area Gunung Mas, yang terletak di lahan seluas 7 hektar milik PT Perkebunan Nusantara, sudah dimulai sejak tahun 2020 hingga 2021. Rest Area Gunung Mas dilengkapi dengan 516 kios, di mana 100 di antaranya diperuntukkan bagi pedagang basah, seperti sayur dan buah, serta 416 kios untuk pedagang kering yang menjual oleh-oleh dan camilan. Setiap kios memiliki luas sekitar 11 meter persegi, baik untuk pedagang basah maupun kering. ANTARA