BATAM –
**Borneonews - Batam**, PT Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau telah mengambil langkah signifikan dengan menyalurkan tambahan 85 ribu tabung *LPG* 3 kg dalam dua minggu terakhir. Langkah ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Batam akan pasokan gas tersebut. Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga, Gilang Hisyam, menyatakan bahwa penyaluran tambahan ini akan berlangsung hingga hari Sabtu. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pasokan di pangkalan-pangkalan gas, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan gas *elpiji*, terutama setelah adanya kondisi yang lebih kondusif dibandingkan dengan 1-2 bulan terakhir. Dalam kesempatan tersebut, Gilang juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan panik dalam membeli gas subsidi. Ia menegaskan bahwa kepanikan hanya akan merusak suasana yang sudah membaik dan berdampak pada ketersediaan gas di pangkalan. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Kota Batam mengalami kelangkaan *LPG* yang disebabkan oleh peningkatan permintaan yang signifikan di beberapa kecamatan. Gilang menjelaskan bahwa lonjakan kebutuhan ini disebabkan oleh banyaknya kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (*UMKM*), seperti bazar dan festival yang menggunakan *LPG* 3 kg dalam operasionalnya. Lebih lanjut, Gilang mengungkapkan bahwa terdapat sektor usaha tertentu yang secara tidak tepat telah menggunakan *LPG* subsidi, padahal seharusnya mereka tidak diperbolehkan. Misalnya, rumah makan dan kafe yang tidak memenuhi kategori sebagai *UMKM* juga terdeteksi menggunakan gas subsidi ini. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, pihak Pertamina bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam berupaya melakukan inspeksi mendadak ke berbagai sektor industri. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mereka beralih dari penggunaan *LPG* subsidi ke gas non-subsidi, demi ketersediaan yang lebih baik bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ANTARA