BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu melaporkan bahwa realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp579,36 miliar hingga triwulan kedua tahun 2024. Angka ini mencakup periode dari Januari hingga Juni 2024. Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu, Irsan Setiawan, mengungkapkan bahwa data tersebut diperoleh dari rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ia menjelaskan, “Laporan untuk triwulan kedua menunjukkan total investasi mencapai Rp500 miliar. Saat ini, kami masih menunggu angka dari triwulan ketiga yang belum dirilis oleh kementerian.” Untuk mendukung peningkatan investasi, DPMPTSP berupaya aktif menjalin komunikasi dengan pelaku usaha melalui sosialisasi mengenai Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat melaporkan kegiatan penanaman modal mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan demikian, data investasi di Kota Bengkulu dapat diperoleh dengan akurat dan terpercaya. Selain itu, hingga saat ini, sebanyak 7.787 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan melalui aplikasi *online single submission* (OSS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 NIB berasal dari sektor Menengah Besar yang tidak termasuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil (UMK). Mengacu pada status penanaman modal, jumlah NIB untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 7.786, sedangkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) hanya satu NIB. Pada tahun 2024, Pemerintah Kota Bengkulu menetapkan target investasi dari pemerintah pusat sebesar Rp3,5 triliun, meningkat dari target sebelumnya yang hanya Rp2 triliun di tahun 2023. Dalam catatan DPMPTSP, realisasi investasi pada tahun lalu sudah mencapai Rp2,79 triliun, yang berarti telah melampaui target awal. Di sisi lain, DPMPTSP Kota Bengkulu juga sedang mengembangkan peta potensi investasi digital yang mencakup 12 organisasi perangkat daerah (OPD) di daerah tersebut. Dengan peta potensi investasi digital tersebut, diharapkan calon investor dapat memperoleh informasi yang diperlukan tanpa harus mengunjungi Kota Bengkulu secara langsung. Organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam peta potensi ini meliputi Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu. Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Pariwisata (Dispar), dan beberapa OPD lainnya juga berkontribusi dalam upaya menarik investasi ke daerah ini. ANTARA