**Borneonews - Tasikmalaya**, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen untuk mendukung penggunaan energi bersih dengan memberdayakan masyarakat. Lokasi yang menjadi fokus program ini adalah Desa Bojongkapol, yang terletak di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dalam upaya ini, masyarakat dilibatkan dalam produksi biomassa yang diperlukan untuk penerapan teknologi *cofiring* di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Direktur Utama PT PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mempercepat transisi energi dengan memanfaatkan biomassa sebagai alternatif bahan bakar di PLTU. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
PT PLN EPI sebagai bagian dari PLN berupaya menurunkan emisi melalui langkah yang nyata, yaitu memanfaatkan biomassa sebagai substitusi bagi batu bara di PLTU, jelas Iwan Agung. Ia menambahkan bahwa PLN berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan pasokan biomassa melalui kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini bertujuan tidak hanya meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar.
Dalam penjelasannya, Iwan mengutarakan bahwa proyek ini adalah bentuk kolaborasi dengan masyarakat, melalui sistem pertanian terpadu dan pemanfaatan bahan baku biomassa untuk *cofiring*. Konsep program tersebut melibatkan pemanfaatan lahan kritis untuk menanam tanaman energi multifungsi, seperti Indigofera, yang bisa digunakan sebagai bahan bakar biomassa serta pakan ternak.
Program ini menghasilkan berbagai produk pertanian, seperti cabai dan timun, serta daun Indigofera yang digunakan sebagai pakan ternak. Selain itu, batangnya akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa untuk menggantikan sebagian batu bara yang digunakan di PLTU, tambahnya.
Pemberdayaan masyarakat di Desa Bojongkapol telah dimulai sejak November 2023, ketika PLN menanam sebanyak 30.000 tanaman Indigofera pada lahan seluas 30 hektare. Dalam waktu sembilan bulan, tanaman tersebut telah tumbuh rata-rata hingga ketinggian dua meter, dengan daun yang siap dipanen untuk dijadikan pakan ternak.
Melihat keberhasilan tahap awal ini, PLN merencanakan perluasan proyek hingga mencapai 100 hektare dengan menanam tambahan 100.000 tanaman Indigofera untuk memastikan pasokan biomassa yang berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam budidaya tanaman energi, kami tidak hanya menjaga pasokan biomassa, tetapi juga turut berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mereka, tutup Iwan.
ANTARA
PLN EPI Dukung Produksi Biomassa Oleh Warga Tasikmalaya
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







