KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto, baru-baru ini melakukan penandatanganan 22 kesepakatan kerjasama bersama dengan Rumah Sakit Koordinator Pengampuan dan Rumah Sakit Regional. Acara tersebut berlangsung di Jakarta, dan menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Andap menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat Sulawesi Tenggara, serta untuk menegakkan hak konstitusi rakyat dalam bidang kesehatan. Ia menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan. Berbagai layanan kesehatan yang tercakup dalam kesepakatan tersebut meliputi penanganan diabetes melitus, kanker, gastrohepatologi, penyakit pernapasan, tuberkulosis, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA). Selain itu, terdapat juga perhatian terhadap penyakit infeksi yang muncul sebagai tantangan baru. Penjabat Gubernur menambahkan bahwa kesepakatan tersebut bertujuan untuk mensinergikan potensi dan sumber daya yang ada, termasuk sarana dan prasarana serta alat kesehatan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. "Inti dari kerjasama ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Tenggara melalui layanan kesehatan yang lebih baik dan terintegrasi," ujar Andap. Dalam kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan tujuh rumah sakit rujukan. Kerja sama ini dibagi menjadi dua kategori, yakni Pengampu Nasional dan Pengampu Regional. Lima rumah sakit yang ditunjuk sebagai Pengampu Nasional oleh Kementerian Kesehatan adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Sulianti Suroso, Rumah Sakit Ibu dan Anak Harapan Kita, Rumah Sakit Persahabatan, dan Rumah Sakit Dharmais. Sementara dua rumah sakit Pengampu Regional yang terlibat adalah Rumah Sakit Wahidin Makassar dan Rumah Sakit Soetomo Surabaya. Andap menyatakan bahwa kerjasama ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara. Ia menambahkan, salah satu pilar utama dalam transformasi kesehatan adalah kemampuan rumah sakit regional untuk menangani penyakit-penyakit utama seperti stroke, jantung, dan kanker. Hal ini bertujuan agar pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, termasuk ke Jakarta. Di samping itu, Pj Gubernur juga menekankan pentingnya pengembangan fasilitas kesehatan, peralatan, dan sumber daya manusia medis melalui pendidikan, pelatihan, dan penelitian yang relevan dengan bidang kesehatan. "Diharapkan langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara, serta membuka jalan untuk kerja sama lebih lanjut di masa depan," tutup Andap. ANTARA