BATAM –
**Borneonews - Batam**, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, memberikan dukungan kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Batam dalam upaya mengembangkan usaha tata boga. Pendampingan ini bertujuan agar kegiatan usaha tersebut mendapatkan izin edar yang diperlukan. Kepala Balai POM Batam, Musthofa Anshari, menjelaskan pada hari Kamis bahwa setiap usaha di bidang makanan dan obat-obatan diwajibkan untuk memiliki izin edar demi menjaga keamanan konsumen. Musthofa menekankan, "Usaha tata boga mencakup penyajian makanan, dan BPOM berperan dalam memberikan pendampingan untuk pengurusannya." Musthofa menambahkan bahwa pendampingan ini tidak terbatas hanya kepada SLB Negeri Batam, tetapi juga berlaku bagi semua SLB di Kepulauan Riau serta pelaku usaha di sektor olahan lainnya. "Kami memberikan dukungan kepada seluruh pelaku usaha yang mendaftarkan produk mereka," ujarnya. SLB Negeri Batam memiliki 286 siswa yang terdiri dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, dengan berbagai kondisi kebutuhan khusus. Sejak didirikan, sekolah ini telah menjalankan usaha tata boga yang menghasilkan berbagai produk pangan. Diantaranya adalah telur asin, keripik gonggong, serta beragam jenis roti dan kue, yang diproduksi oleh siswa dengan bimbingan instruktur sebagai bagian dari pembelajaran vokasi. Musthofa menambahkan bahwa BPOM tidak hanya memberikan pendampingan dan edukasi kepada kelompok disabilitas melalui program *Kafekita*, yang fokus pada komunikasi, informasi, dan pendidikan untuk komunitas disabilitas, tetapi juga berupaya mengembangkan ekonomi. "Saat ini, kami menjalankan program untuk pengembangan ekonomi melalui inisiatif UMKM, yang memberikan pendampingan kepada pelaku usaha untuk memperoleh izin edar dari BPOM," ungkapnya. BPOM juga melaksanakan program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), yang menyediakan bantuan bagi pelaku usaha industri rumah tangga agar dapat memperoleh izin edar PIRT. "Pemberdayaan masyarakat harus melibatkan semua elemen, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Hal ini penting agar semua segmen masyarakat di Indonesia dapat mengonsumsi makanan dan obat-obatan yang aman," tegasnya. Kepala SLB Negeri Batam, Desi Indriany, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan BPOM mengenai izin edar untuk produk pangan yang dihasilkan dari usaha tata boga di sekolah. Ia menyambut baik pendampingan yang diberikan, sehingga produk hasil karya siswa yang berkebutuhan khusus dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. "Usaha tata boga ini kami jalankan untuk melatih siswa agar bisa mandiri dan mampu mengurus diri mereka sendiri," jelas Desi. Upaya tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemandirian siswa dengan kebutuhan khusus dan memperkenalkan mereka pada dunia usaha yang aman dan terjamin. ANTARA