**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, telah meningkatkan upaya tera ulang terhadap timbangan yang dimiliki oleh para *toke* sawit. Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa alat ukur tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan, sehingga tidak merugikan para petani sawit yang bergantung pada keakuratan pengukuran.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, mengungkapkan komitmennya dalam mengejar para *toke* sawit untuk melakukan tera ulang timbangan. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan layanan terbaik kepada petani sawit. Ia menyatakan, "Kami akan aktif mendatangi *toke* sawit untuk memastikan timbangan mereka tertera ulang demi kepentingan petani."
Nurdiana mengungkapkan temuan mereka mengenai timbangan milik oknum *toke* sawit yang mengalami pergeseran setelah dilakukan tera ulang oleh pihak dinas beberapa waktu lalu. Beberapa *toke* sawit di daerah ini telah mendatangi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Mukomuko guna melakukan tera ulang pada timbangan yang mereka gunakan untuk mengukur berat tandan buah segar kelapa sawit dari para petani.
Sejumlah *toke* sawit, menurut Nurdiana, merasa perlu melakukan tera ulang karena khawatir menggunakan timbangan yang tidak akurat dapat mengakibatkan kesalahan dalam transaksi. "Bisa dimaklumi jika timbangan tersebut mengalami pergeseran, mengingat alat tersebut telah lama digunakan dan digunakan untuk menimbang berat tandan buah segar kelapa sawit," katanya.
Ia menekankan bahwa ketidakakuratan timbangan *toke* sawit berdampak negatif kepada konsumen, khususnya para petani pemilik kebun kelapa sawit, yang berhak mendapatkan hasil yang adil sesuai dengan berat produk yang mereka jual. Meskipun Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tidak lagi beroperasi di daerah ini, Dinas Perindustrian tetap berkomitmen untuk melindungi kepentingan konsumen.
"Di dinas ini, kami berfungsi sebagai tempat konsultasi bagi masyarakat yang membutuhan perlindungan sebagai konsumen, seperti dalam persoalan timbangan ini. Tera ulang merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa petani kelapa sawit menjual hasil mereka sesuai dengan ukuran yang sebenarnya," lanjutnya.
Nurdiana juga mengimbau kepada semua *toke* sawit agar mengajukan permohonan tera ulang timbangan ke dinas agar mereka dapat menggunakan alat ukur yang akurat dan tidak merugikan konsumen. Upaya ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan antara petani dan *toke* sawit, serta mendukung praktik perdagangan yang lebih adil di sektor perkebunan.
ANTARA
Dinas Mukomuko Intensifkan Tera Ulang Timbangan Toke Sawit
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Komentar (0)
Memuat komentar…







