PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng mengingatkan peran penting Indeks Ketahanan Daerah (IKD).

“IKD merupakan instrumen untuk mengukur kapasitas Pemerintah Daerah dalam menghadapi bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib saat kegiatan IKD Sub kegiatan Penguatan Kelembagaan Bencana Daerah di Swiss-belhotel Danum Palangka Raya, baru baru ini.

Ia menekankan IKD sebagai komponen kapasitas dalam menghasilkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) serta diperlukan menjadi acuan pemantauan dan evaluasi pembangunan resiliensi daerah.

IKD menjadi alat yang digunakan untuk mengukur tingkat ketahanan suatu daerah dalam menghadapi berbagai tantangan atau ancaman, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

IKD bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sejauh mana suatu daerah mampu bertahan dan pulih dari kondisi yang mengganggu kestabilan wilayah tersebut, seperti bencana alam, krisis ekonomi, atau konflik sosial.

Indeks ini digunakan sebagai salah satu acuan bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam meningkatkan ketahanan wilayah. (HERMAWAN DP/R)