PADANG –
**Borneonews - Solok**, Pemerintah Kabupaten Solok, yang terletak di Provinsi Sumatera Barat, telah mengambil langkah untuk menyamakan persepsi mengenai proses pemotongan serta penyetoran dalam laporan pajak penghasilan. Hal ini bertujuan agar setiap pengelola keuangan daerah memperoleh pemahaman yang serupa terkait dengan tata cara tersebut. Salmah, Kepala Bagian Perencanaan Keuangan Setda Kabupaten Solok, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat ketidaksamaan dalam pemahaman mengenai penyetoran dan pemotongan pajak penghasilan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Solok. Ia menambahkan bahwa selama ini terjadi berbagai kesalahan dan kelalaian yang dilakukan oleh para pengelola keuangan dalam menyusun laporan keuangan mereka. "Diharapkan di masa depan, para pengelola keuangan mampu memiliki pemahaman yang konsisten mengenai metode pemotongan dan penyetoran yang benar dalam laporan pajak penghasilan," tegasnya pada acara yang berlangsung pada hari Kamis. Sebagai upaya untuk menyelaraskan pandangan tersebut, Pemkab Solok sebelumnya telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (*Bimtek*) bagi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (*PPTK*) dan bendahara pengeluaran pembantu. Kegiatan ini bertujuan agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait laporan pajak penghasilan. Salmah menjelaskan bahwa peserta dalam kegiatan tersebut terdiri dari 13 orang PPTK, 12 bendahara pengeluaran pembantu, delapan staf perencanaan fungsional, serta beberapa staf lainnya yang terlibat dalam pengelolaan keuangan. Sementara itu, Medison, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, juga menekankan bahwa peran PPTK dan bendahara sangat krusial, sama halnya dengan pelaksana kegiatan yang bertanggung jawab dalam mencapai program serta kegiatan di luar bidang keuangan. Ia meminta kepada seluruh pengelola keuangan untuk terus beradaptasi dengan berbagai peraturan terbaru agar dapat bersaing dengan pelaksana kegiatan, termasuk dalam hal kegiatan fisik. "Berdasarkan data yang kami peroleh, kami merasa bahwa kami di bagian keuangan belum sepenuhnya mampu mengikuti perkembangan yang terjadi pada pelaksana kegiatan," ujarnya. Medison juga menekankan pentingnya ketelitian dan kehati-hatian di antara para pengelola keuangan. Mereka perlu memahami betul tentang peraturan terbaru untuk menghindari kekeliruan dan keterlambatan dalam penyelesaian masalah keuangan. Ia pun berharap bahwa semua pengelola keuangan akan memiliki pemahaman yang seragam dalam mengelola proses administrasi keuangan, sehingga kesalahan dalam pelaksanaan tugas pengelolaan keuangan dapat diminimalkan. ANTARA