**Borneonews - Trenggalek**, Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan pelecehan seksual yang diduga dialami oleh seorang santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kejadian ini melibatkan seorang terduga yang berprofesi sebagai guru agama atau pengasuh di pondok tersebut.
Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin, menyampaikan bahwa pihaknya sedang berupaya mengumpulkan informasi dengan cara memeriksa sejumlah saksi, termasuk juga terduga pelapor. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi di lapangan.
Kejadian ini telah menarik perhatian yang luas dari masyarakat, bahkan memicu beberapa aksi massa di lingkungan pondok pesantren serta balai desa setempat. Dalam upaya mengungkap fakta di balik dugaan kasus ini, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari berbagai saksi dan mengumpulkan serangkaian bukti yang diperlukan. Tindakan ini diambil untuk memperkuat landasan hukum yang akan digunakan dalam proses penanganan kasus.
Dalam tahap awal penyelidikan, kami telah memeriksa sejumlah saksi untuk memperoleh informasi yang mendalam, tambah Zainul. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini hingga semua fakta yang relevan tersedia, agar bisa memberikan penanganan yang tepat dan menyeluruh.
Tim penyidik tetap aktif di lapangan untuk memastikan bahwa semua aspek dari dugaan kasus ini terungkap dengan transparan dan jelas. Laporan awal mengenai kasus ini berawal dari pengakuan seorang santriwati yang melahirkan dan kini memiliki bayi berusia lebih dari dua bulan.
Orang tua dari santriwati tersebut, yang berinisial WT dan merupakan warga Kecamatan Kampak, telah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib setelah mendengar pengakuan dari anaknya. Sebelumnya, WT juga menyampaikan keterangan kepada media, menyebutkan bahwa salah satu pengurus pondok pesantren tersebut adalah sosok yang diduga bertanggung jawab atas kejadian ini.
Keluarga korban menginginkan proses hukum yang adil dan berharap kasus ini dapat segera terungkap, supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. WT menyatakan, Saya ingin proses hukum berjalan dengan adil, dan pelaku segera ditemukan serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
ANTARA
Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Santri di Pondok Pesantren Trenggalek
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







